Senin, 01 Februari 2010

Tasik Jadi Wilayah Petir


TASIKMALAYA - Wilayah Tasikmalaya selama beberapa hari terakhir sering diguyur hujan lebat yang disertai sambaran petir. Hal itu disebutkan salah seorang pengamat petir di Tasikmalaya, Faisal Amiruddin, Minggu di Tasikmalaya.

Seperti diketahui, 14 kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tasikmalaya akibat tersambar petir, saat sedang melakukan kegiatan outbond di lapangan sepakbola di Kampung Rancagendeng Kec. Bungursari Kota Tasikmalaya, Sabtu (30/1) petang

Pada kejadian sebelumnya, akhir tahun 2009 lalu, seorang anak SMP yang tengah berkaraoke di rumahnya tewas akibat tersambar petir.

Menurut Faisal Amiruddin, gejala alam yang satu itu memang memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Fenomena eletrikal itu terbentuk akibat adanya pergerakan udara ke atas akibat panas dari permukaan laut serta adanya udara yang lembab.

Umumnya muatan negatif terkumpul di bagian bawah dan itu menyebabkan terinduksinya muatan positif di atas permukaan tanah, sehingga membentuk medan listrik antara awan dan tanah. Jika muatan listrik cukup besar dan kuat medan listrik di udara dilampaui, maka terjadi pelepasan muatan berupa petir atau terjadi sambaran petir yang bergerak dengan kecepatan cahaya dengan efek merusak yang sangat dahsyat. Ironisnya, karena berada di garis khatulistiwa, Indonesia memiliki intensitas petir yang cukup tinggi.

Untuk itu Faisal menganjurkan, jika melihat kilat atau mendengar gemuruh segeralah menuju bangunan yang telah dilindungi dengan penangkal petir atau mendekat ke mobil atau truk. “Juga dianjurkan memakai sepatu dari kulit atau karet yang tidak bocor, usahakan memakai kaos kaki yang kering, sebagai upaya memisahkan tubuh kita dari tanah sehingga petir enggan melalui tubuh anda. “

Jika berada diluar rumah, jangan terlalu dekat dengan pohon dan hindari lokasi berair. Kalaupun tak sempat berlindung, anda harus jongkok tapi hindarkan tangan anda menyentuh tanah dan jangan berbaring, karena akan memudahkan penyaluran tenaga petir ke tanah.

“Selain itu jangan berdiri bergerombol, buatlah jarak beberapa meter. Disamping itu jika anda berada ditempat terbuka dan merasakan rambut anda berdiri itu pertanda petir akan menyambar, yang harus dilakukan adalah melakukan gerakan ruku, ini dipercaya bisa mengurangi dampak sengatan.

Anas: Pak Paloh Mulai Suka Warna Biru


JAKARTA — Ketua Bidang Politik DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum menanggapi ringan deklarasi Nasional Demokrat oleh politisi Golkar, Surya Paloh. Warna dominan biru dan nama "Demokrat" yang menyerempet dengan identitas partainya tak dianggap sebagai sebuah ancaman. "Rupanya Pak Surya Saloh mulai suka warna biru. Juga suka nama Demokrat," kata Anas, Senin (1/2/2010).

Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR ini memandang keberadaan Nasional Demokrat sebagai ormas baru merupakan bagian dari kebebasan berserikat dan berkumpul. "Kami husnudzan dan berharap bisa menjadi bagian dari energi bagi demokratisasi kita ke depan," katanya singkat.

Nasional Demokrat merupakan ormas baru yang diinisiatori oleh Surya Paloh dan Sri Sultan Hamengku Buwono X. Deklarasinya dilakukan pada Senin sore di Istora Senayan dan dihadiri banyak tokoh nasional.

Pengamat politik menilai, pembentukan Nasional Demokrat tak bisa dilepaskan dari motif politik. Paloh diprediksi akan menjadikan Nasional Demokrat sebagai embrio partai politik yang akan dibentuknya dan mencari celah untuk menarik basis dukungan Golkar dan Demokrat.

"Cuap-Cuap" Sri Mulyani Disambut Demo


Saat mengisi diskusi mingguan, Sabtu (30/1/2010) di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat,Menteri Keuangan Sri Mulyani disambut aksi mahasiswa yang tergabung dalam Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (KAPAK). Para mahasiswa ini sebenarnya sudah standby sejak diskusi belum dimulai.

Diskusi yang bertema "100 Hari Pemerintahan SBY-Boediono Bidang Ekonomi". Sri Mulyani tampak nyaman berbicara di diskusi mingguan Radio Trijaya tersebut. Namun, kehadirannya hanya berlangsung selama sekitar 35 menit. Setelah itu, ia berpamitan karena ada agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan.

"Maaf, saya tidak bisa mengikuti sampai selesai karena ada acara yang tidak bisa ditinggalkan," kata Sri Mulyani.

Dengan kawalan ketat, ia pun menuju ke mobilnya. Para mahasiswa yang sudah siaga di depan langsung meneriakkan "Tuntaskan Century". Aparat kepolisian yang berjaga segera mengamankan jalannya aksi dan mobil yang ditumpangi Sri Mulyani pun "mulus" melewati peserta aksi. Nama Sri Mulyani memang belakangan erat dikaitkan dengan keputusan bail out pemerintah sebesar Rp 6,7 triliun kepada Bank Century.