
TASIKMALAYA - Wilayah Tasikmalaya selama beberapa hari terakhir sering diguyur hujan lebat yang disertai sambaran petir. Hal itu disebutkan salah seorang pengamat petir di Tasikmalaya, Faisal Amiruddin, Minggu di Tasikmalaya.
Seperti diketahui, 14 kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tasikmalaya akibat tersambar petir, saat sedang melakukan kegiatan outbond di lapangan sepakbola di Kampung Rancagendeng Kec. Bungursari Kota Tasikmalaya, Sabtu (30/1) petang
Pada kejadian sebelumnya, akhir tahun 2009 lalu, seorang anak SMP yang tengah berkaraoke di rumahnya tewas akibat tersambar petir.
Menurut Faisal Amiruddin, gejala alam yang satu itu memang memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Fenomena eletrikal itu terbentuk akibat adanya pergerakan udara ke atas akibat panas dari permukaan laut serta adanya udara yang lembab.
Umumnya muatan negatif terkumpul di bagian bawah dan itu menyebabkan terinduksinya muatan positif di atas permukaan tanah, sehingga membentuk medan listrik antara awan dan tanah. Jika muatan listrik cukup besar dan kuat medan listrik di udara dilampaui, maka terjadi pelepasan muatan berupa petir atau terjadi sambaran petir yang bergerak dengan kecepatan cahaya dengan efek merusak yang sangat dahsyat. Ironisnya, karena berada di garis khatulistiwa, Indonesia memiliki intensitas petir yang cukup tinggi.
Untuk itu Faisal menganjurkan, jika melihat kilat atau mendengar gemuruh segeralah menuju bangunan yang telah dilindungi dengan penangkal petir atau mendekat ke mobil atau truk. “Juga dianjurkan memakai sepatu dari kulit atau karet yang tidak bocor, usahakan memakai kaos kaki yang kering, sebagai upaya memisahkan tubuh kita dari tanah sehingga petir enggan melalui tubuh anda. “
Jika berada diluar rumah, jangan terlalu dekat dengan pohon dan hindari lokasi berair. Kalaupun tak sempat berlindung, anda harus jongkok tapi hindarkan tangan anda menyentuh tanah dan jangan berbaring, karena akan memudahkan penyaluran tenaga petir ke tanah.
“Selain itu jangan berdiri bergerombol, buatlah jarak beberapa meter. Disamping itu jika anda berada ditempat terbuka dan merasakan rambut anda berdiri itu pertanda petir akan menyambar, yang harus dilakukan adalah melakukan gerakan ruku, ini dipercaya bisa mengurangi dampak sengatan.

