Rabu, 19 Mei 2010

Pengetahuan Rakyat soal Pancasila Merosot


Yogyakarta - Dalam seminar nasional Nasionalieme dan Pembangunan Karakter Bangsa, ia mengatakan, kredibilitas Pancasila dan pendidikan kewarganegaraan terus merosot dan tidak populer. As'ad mengatakan, survei yang dilakukan Pusat Studi Pancasila menyebutkan semangat nasionalisme dan pengetahuan kewarganegaraan terutama di kalangan generasi muda terus menurun.

"Pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah-sekolah hanya sebagai pelengkap kurikulum yang tidak dipelajari serius oleh peserta didik. Para pendidik pun hanya mengejar pelajaran-pelajaran yang menentukan kelulusan," ujar As'ad.

Ia menuturkan, akibatnya sejak reformasi kredibilitas Pancasila makin merosot. Peranannya jatuh sebagai barang pusaka, hanya sekadar azimat politik.

"Ini karena asosiasi-asosiasi negatif terhadap Pancasila karena penerapannya pada masa lalu. Padahal sebagai dasar negara, Pancasila adalah barometer moral sebagai kerangka kewarganegaraan harus didasarkan," ujarnya.

Pancasila saat ini, lanjut As'ad, hanya dijabarkan dalam kebijakan, aturan, dan undang-undang, yang justru dalam pelaksanaannya malah menyimpang dari nilai dari Pancasila. "Seharusnya penjabaran Pancasila dilakukan secara akademik atau lebih implisit melihat lebih ke dalam nilai-nilai Pancasila," kata As'ad.

Minggu, 09 Mei 2010

Mobil Plat RI 23 Ditilang Polisi


Jakarta (W1) - Aksi Nekat mobil berplat Nomor RI 23, yang tidak lain adalah milik Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri yang masuk jalur busway di koridor VI terekam kamera warga dan segera mejadi perbincangan publik di jejaring sosial twitter. Toyota Camry plat merah itu melaju persis di belakang armada Transjakarta.

Akibat kejadian tersebut, sempat tersiar Kabar, masuk dalam pembahasan RUU protokoler yang di hadiri oleh Wapres Boediono, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mesesneg Sudi Silalahi, Kapolri dan Jaksa Agung.

Namun, juru bicara, presiden Julian Aldrin Pasha membantah hal tersebut, dalam rapat terbatas yang membahas mengenai RUU Protokol itu, Jaksa Agung memberikan masukan mengenai iring-iringan mobil sirene, siapa saja yang berhak menggunakan sirine dan pengawalan.

"Itu tidak masuk dalam RUU Keprotokoleran yang diajukan, mungkin akan diturunkan di peraturan di bawah UU ini," katanya di Kantor Presiden Kamis 6 Mei 2010.


Akibat pelanggaran tersebut, Mobil operasional milik menteri Sosial itu ditilang Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Kendaraan berplat nomor RI 23 tersebut dinyatakan melanggar lintasan jalur eksklusif busway Transjakarta.

Tak Ada Deal Politik Terkait Sri Mulyani


Jakarta – Isu adanya “barter” terkait kasu hokum Century, ditepis oleh partai beringin tersebut. Bagi Partai Golkar, kasus hukum Bank Century tidak boleh berhenti apalagi diberhentikan.

"Saya tegaskan lagi bahwa proses hukum terus berjalan. Posisi seseorang tidak menyebabkan proses hukum berhenti," ungkap Ketum Partai Golkar, Aburizal Bakrie dalam pidato di Kantor Pusat Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu 8 Mei 2010.

Soal kabar yang beredar bahwa ada deal politik antara Presiden SBY dengan Golkar terkait kepindahan Sri Mulyani Indrawati ke Bank Dunia, Aburizal menegaskan bahwa tidak ada kesepakatan apapun.

"Beredar kabar ada deal politik. Saya tegaskan itu tidak ada. Itu pilihan pribadi ibu Sri Mulyani untuk menjabat posisi yang bagus," ujar Aburizal yang kini menjadi Ketua Harian koalisi SBY-Boediono.

Aburizal dirinya sempat membicarakan soal kasus hukum Bank Century dengan SBY. "Rekomendasi Century termasuk proses hukum terus berjalan. Karena siapa pun tidak bisa menghentikan proses hukum," ujarnya, menjelaskan pertemuan dirinya dengan presiden itu.

Jumat, 07 Mei 2010

Jawab 27 Pertanyaan, Tensi Darah Hakim Asnun Naik


JAKARTA - Pemeriksaan terhadap tersangka kasus dugaan suap Muhtadi Asnun, terpaksa berhenti untuk sementara. Belum siap menjadi tersangka menyebabkan tekanan darah hakim kasus Gayus Tambunan itu, naik menjadi 150/100.

"Baru sampai 27 pertanyaan. Setelah itu kira-kira setengah jam yang lalu, tensi darahnya naik 150 tadi diperiksa," ujar pengacara Asnun, Alamsyah Hanafiah, kepada wartawan, Jumat (7/5).

"Tekanan darahnya naik 150/100," jelas pengacara Asnun yang lain, Tina Tamher, melalui pesan singkatnya.

Menurut Alamsyah, saat ini Asnun sedang beristirahat. Penyidik memberinya kesempatan beristirahat selama 30 menit setelah minum obat.

Dia mengatakan tekanan darah Asnun naik karena kliennya tidak siap menjadi tersangka. "Mungkin begini, karena dia sebagai pejabat dan sebagai hakim, ketua pengadilan, dia tidak siap untuk menghadapi jadi tersangka. Depresi mental," tukasnya.

KPK Diminta Cekal Sri Mulyani


JAKARTA - Rapat perdana tim pengawas (timwas) kasus Century kemarin dikejutkan oleh berita kepindahan Menkeu Sri Mulyani menjadi managing director Bank Dunia. Reaksinya pun beragam karena Sri Mulyani dianggap salah seorang pejabat yang harus bertanggung jawab dalam kasus bailout Rp 6,7 triliun itu.

Pro dan kontra muncul di tengah rapat yang melibatkan pimpinan KPK tersebut. Sejumlah anggota dewan menyampaikan ucapan selamat. Namun, ada pula yang menduga mundurnya Sri Mulyani itu sebagai upaya penyelamatan dari jerat kasus Century.

Anggota tim pengawas dari Hanura Akbar Faizal mendesak KPK untuk mencekal Sri Mulyani. ''Ibu Sri Mulyani monggo kalau mau jadi direktur Bank Dunia. Tapi, tolong (KPK) keluarkan cekal dulu sampai pemeriksaan selesai,'' ujar Akbar.

Menurut Akbar, penunjukan Bank Dunia atas Sri Mulyani mengesankan adanya intervensi lembaga donor itu kepada pemerintah. Di satu sisi, Sri Mulyani langsung menyatakan mundur saat diminta kesediaan sebagai orang kedua di Bank Dunia. Namun, di sisi lain, betapa alot permintaan DPR agar dia mundur sementara dalam pemeriksaan angket Bank Century.

''Bank Dunia tolong jangan intervensi. Ini seperti skenario untuk menyelesaikan kasus Century,'' tegas politikus Hanura itu.

Anggota FPDIP Hendrawan Supratikno mengatakan, sebagai Menkeu, harus diakui bahwa Sri Mulyani memang memiliki reputasi mendunia. Namun, kebijakannya dalam penyelamatan Bank Century tetap merupakan ranah hukum yang harus dituntaskan.

Dia lantas menilai, mundurnya Sri Mulyani hanya menjadi korban politik dari pemerintah atas kasus Century. ''Karena yang bertanggung jawab seharusnya adalah Boediono (selaku mantan gubernur BI),'' ujar Hendrawan.

Anggota tim pengawas Bambang Soesatyo yang juga inisiator Pansus Century kali ini berpikir moderat. Dia menilai, mundurnya Sri Mulyani bisa menjadi jalan keluar politik pilihan pemerintah. Pascaangket Century, vonis politik kepada Sri Mulyani terus bergulir tanpa henti. Yang terakhir, muncul penolakan dari sejumlah anggota dewan atas kehadiran Sri Mulyani dalam rapat penetapan APBNP. ''Justru ini menjadi solusi politik (pemerintah) untuk menurunkan tensi,'' katanya.

Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menyatakan terkejut atas berita Sri Mulyani itu. Menurut Priyo, beberapa hari lalu memang terdengar sayup-sayup kabar terkait dengan jabatan baru Sri Mulyani tersebut. ''Namun, mendengar penegasannya, saya masih terperanjat,'' kata Priyo.

Menurut Priyo, untuk kualitas personal seperti Sri Mulyani, jabatan direktur operasional Bank Dunia memang pantas. Sebagai pimpinan DPR, dia mengapresiasi. Dia berpesan agar posisi baru itu bisa memberikan dampak yang positif atas posisi Indonesia. ''Kepada Dr Sri Mulyani, Saya berpesan untuk tetap mempertahankan nilai keindonesiaan,'' ujar Priyo.

Pimpinan KPK juga tidak mempermasalahkan status baru Sri Mulyani nanti. Saat ditanya sejumlah anggota DPR soal tindak lanjut pemeriksaan Sri Mulyani, Wakil Ketua KPK Bibit Samad Riyanto menyatakan, faktor jarak bukan masalah bagi KPK. Meski nanti Sri Mulyani melaksanakan tugas hariannya di Washington, AS. ''Itu masih di dunia kan. Kami dulu juga pernah mengirimkan penyelidik ke Washington,'' jamin Bibit kepada tim pengawas DPR (JP)

19 Desa di Trenggalek Terendam Banjir, Empat Tewas


TRENGGALEK - Dua hari hujan deras mengakibatkan 19 desa di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, terendam banjir. Bukan itu saja, sedikitnya 14 rumah dan sembilan jembatan putus karena banjir tersebut. Empat warga ditemukan tewas setelah terseret air bercampur lumpur itu.

Desa-desa yang terendam banjir tersebut, antara lain, Desa Ngares, Sumberdadi, dan Rejowinangun di Kecamatan Trenggalek; Desa Gembleb, Bendorejo, Ngulan Wetan, dan Wonocoyo di Kecamatan Pogalan; serta Desa Ngrayung dan Karangrejo di Kecamatan Gandusari.(RG)

Banjir juga melanda Desa Pandean di Kecamatan Durenan; Desa Munjungan, Karangturi, Masaran, Bendoroto, Tawing, Ngulung Wetan, Ngulung Kulon, serta Desa Craken di Kecamatan Munjungan; dan Desa Srabah di Kacematan Bendungan.

Banjir juga merendam 385 rumah yang dihuni 3.013 warga di berbagai desa. Kerugian karena rusaknya infrastruktur diperkirakan mencapai Rp 15 miliar. Hingga kemarin, pendataan akibat banjir tahunan itu masih dilakukan. Sangat mungkin jumlah infrastruktur yang rusak bertambah.

Hujan yang melanda Trenggalek dalam dua hari terakhir memang berlangsung lama dengan volume di atas rata-rata. Akibatnya, di sejumlah kawasan, genangan air mencapai 0,5 meter. Bahkan di beberapa titik mencapai satu meter. Karena itu, air pun sampai masuk ke rumah-rumah penduduk dan memutus sejumlah jembatan.

Di Desa Srabah, tiga rumah roboh. Begitu pula di Desa Gembleb, beberapa rumah terseret arus. Di Kecamatan Kampak dan Munjungan, masing-masing empat jembatan putus. Sementara itu, satu jembatan lainnya di Gembleb bernasib sama. Akibatnya, beberapa jalur lalu lintas antar kecamatan lumpuh.

''Total sudah sembilan jembatan putus. Mungkin masih ada lagi,'' kata Bupati Trenggalek Soeharto saat sidak di Desa Gembleb kemarin siang.

Akibat putusnya jembatan di Kecamatan Munjungan, empat desa terisolasi. Yaitu, Desa Craken, Ngulung Wetan, Ngulung Kulon, dan Sobo. Sore kemarin, warga membuat jembatan darurat dari pohon kelapa untuk jalan ke luar desa.

Sementara itu, empat warga Desa Gembleb yang terseret arus banjir kemarin ditemukan dalam kondisi sudah meninggal. Empat korban itu adalah Muji, Tambir, Siti, dan Ropiah. Muji, 85, ditemukan tidak jauh dari rumahnya sekitar pukul 24.00, Rabu (5/5).

Tambir ditemukan kemarin pukul 06.15. Mayatnya sempat tertimbun reruntuhan bangunan di teras rumah milik Jadi. Kemarin, empat korban tewas tersebut dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.

Gedung PWI Ciamis Banjar Dirusak


CIAMIS - Gedung PWI Perwakilan Ciamis Banjar, Jumat (7/5), dirusak orang tidak dikenal. Pelaku melempar kaca bagian depan gedung yang terletak di Jln. Iwa Kusumah Soemantri nomor 6 Ciamis. Selain kaca pecah juga ditemukan batu di bagian dalam yang dipergunakan untuk melempar kaca.

Kejadian itu pertama kali diketahui oleh Bambang Bahrum (58) wartawan Galura, pukul 9.50 WIB. Saat memasuki halaman gedung, dia kaget melihat adanya lubang besar dan pecahan kaca berserakan di lantai. Selanjutnya dia masuk ke dalam ruangan dari pintu bagian belakang untuk mengecek apakah ada barang yang hilang.

"Setelah saya cek bagian dalam tidak ada yang hilang. Hanya ada batu berukuran sekepalan tangan orang dewasa di lantai di antara serpihan kaca. Saya terus telepon ke Ketua PWI Ciamis," tuturnya kepada beberapa wartawan lain yang berdatangan ke tempat tersebut.

Perusakan tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polres Ciamis. Tidak lama kemudian datang Satuan Identifikasi Polres Ciamis yang langsung melakukan olah TKP. Dengan teliti petugas memeriksa serta memotret bagian lubang kaca yang pecah serta batu yang dipergunakan pelaku.

Aksi perusakan tersebut tidak pelak memunculkan berbagai pertanyaan, sebab selama ini PWI Ciamis Banjar merasa tidak memiliki musuh. Hanya saja beberapa wartawan mengaitkan kejadian tersebut dengan persoalan pemberitaan. Menanggapi perusakan itu Ketua PWI Perwakilan Ciamis Banjar Nurhandoko didampingi Wakil Ketua Subakti Hamara dan Anjar Asmara mengatakan, belum bisa memastikan motif pelemparan tersebut. Secara organisasi, lanjutnya, meminta kepada aparat untuk mengungkap kasus tersebut.

"Yang pasti ada kejadian perusakkan. Soal motif atau latar belakang dan siapa pelakunya, kami belum tahu. Apakah itu berkait dengan pemberitaan atau tidak, juga belum bisa dipastikan. Kami serahkan kepada pihak yang berwajib untuk mengungkap kasus tersebut," tutur Nurhandoko.

Terpisah Wakapolres Komisaris Ari Wibowo didampingi Kasat Reskrim Ajun Komisaris Agus Gustiaman mengatakan segera menyelidiki kasus tersebut. "Kami terima laporan kasus itu. Dan petugas juga langsung melakukan penyelidikan," katanya.(PRLM)

AS Bantu Pembangunan Jalan Lintas Selatan Jawa


JAKARTA,(W1)- Lagi, Lembaga donor Amerika Serikat, Millenium Challenge Corporation (MCC), berencana memberikan pinjaman lunak 300 juta dolar AS untuk pembangunan jalan lintas selatan Jawa.

"Kami tinggal menyusun kesepakatan formal dengan mereka untuk pengesahan pinjaman lunak sebesar 300 juta dolar AS," ungkap Dirjen Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto kepada pers di Jakarta, Kamis (6/5).

Masih menurut Djoko, niat MCC itu kini sedang dibahas di tingkat senat mereka. Jika disetujui, pada 2011 sudah bisa dilakukan tahap desain yang dilanjutkan dengan pembangunan fisik selama tiga tahun. Pinjaman itu, kata dia, untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur jalan lintas pantai selatan Jawa sepanjang 300 kilometer dari total panjang 1.567,195 km.

Dijelaskan pula, lembaga donor asal Amerika Serikat itu tertarik untuk membiayai pembangunan jalan lintas selatan Jawa karena tujuannya untuk membuka akses kawasan terisolasi di daerah selatan Jawa. "Pinjaman yang akan dialokasikan pada pembangunan Banten-Jawa Barat itu bersifat lunak," katanya menegaskan.

Aksi 5 Mei di Kampus Mercubuana


Jakarta (W1) - Untuk mengenang terjadinya peristiwa 5 Mei di kampus Mercubuana 12 tahun silam, sejumlah aktivis universitas Mercubuana mengadakan aksi solidaritas di depan kampusnya di Jalan raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat. Menurut sejumlah mahasiswa yang melakukan aksi tersebut, kejadian 5 Mei itu menjadi sebuah fakta tentang kekerasan aparat dalam menyikapi para mahasiswa. Tidak itu saja, menurut Mereka akibat kekerasan yang dilakukan Aparat tersebut, banyak Mahasiswa yang terluka.selain itu, Peringatan tragedi 5 Mei yang mengenang penyerbuan kampus Mercu oleh tentara dan polisi di bawah Orde Baru untuk membubarkan mimbar demokrasi mahasiswa menyebabkan fasilitas gedung banyak yang hancur.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi, Andre, mengingatkan bahwa perjuangan dalam melawan ketidakadilan harus terus dilanjutkan, apapun resikonya. Masih Menurutnya, pemerintahan SBY sekarang tidak mampu membawa masyarakat ke arah yang lebih sejahtera.

AKSI MENUTUP JALAN

Setelah melakukan Orasi di dalam kampus, mahasiswa sekitar seratusan orang itu langsung menutup Jalan Meruya selatan, mereka mengingatkan masyarakat untuk tetap mengawal kasus Century yang dianggapnya akan dipeti-eskan oleh kelompok - kelompok tertentu. Sambil berorasi sebagian mahasiswa melakukan pembakaran Fhoto Boediono , Srimulyani dan Ban di tengah jalan, akibatnya jalan tersebut macet Total.

Para Aktivis Mahasiswa membubarkan diri dengan tertib setelah lebih dari satu jam menutup jalan sambil berorasi