
Yogyakarta - Dalam seminar nasional Nasionalieme dan Pembangunan Karakter Bangsa, ia mengatakan, kredibilitas Pancasila dan pendidikan kewarganegaraan terus merosot dan tidak populer. As'ad mengatakan, survei yang dilakukan Pusat Studi Pancasila menyebutkan semangat nasionalisme dan pengetahuan kewarganegaraan terutama di kalangan generasi muda terus menurun.
"Pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah-sekolah hanya sebagai pelengkap kurikulum yang tidak dipelajari serius oleh peserta didik. Para pendidik pun hanya mengejar pelajaran-pelajaran yang menentukan kelulusan," ujar As'ad.
Ia menuturkan, akibatnya sejak reformasi kredibilitas Pancasila makin merosot. Peranannya jatuh sebagai barang pusaka, hanya sekadar azimat politik.
"Ini karena asosiasi-asosiasi negatif terhadap Pancasila karena penerapannya pada masa lalu. Padahal sebagai dasar negara, Pancasila adalah barometer moral sebagai kerangka kewarganegaraan harus didasarkan," ujarnya.
Pancasila saat ini, lanjut As'ad, hanya dijabarkan dalam kebijakan, aturan, dan undang-undang, yang justru dalam pelaksanaannya malah menyimpang dari nilai dari Pancasila. "Seharusnya penjabaran Pancasila dilakukan secara akademik atau lebih implisit melihat lebih ke dalam nilai-nilai Pancasila," kata As'ad.







