Senin, 23 Agustus 2010

EVA KUSUMA SUNDARI TOKOH ANTI KORUPSI


Dalam diskusi “UNDOC Talk Series 2010, Indonesia Fight Corruption” Yang diselenggarakan di Papua Room, Lantai 7 Gedung PBB, Menara Thamrin Jakarta (23/8), United Nation Drugs And Crimes (UNDOC) menobatkan Anggota DPR-RI Komisi XI, Dra. Eva Kusuma Sundari, M.A., MDE.sebagai Tokoh Anti Korupsi.

“ Saya Senang, karena ini merupakan sebuah penghargaan namun disatu sisi merasa terbebani Saya harus hati-hati “

Menurut Eva , tidak gampang untuk memposisikan diri independen di DPR, ini berbeda dengan Senator di Amerika. Jadi intinya kehatia-hatian sangat diperlukan, kapan kita muncul dan kapan kita “tenggelam”.

Perempuan kelahiran nganjuk ini menambahkan bahwa inti dari pemberantasan Korupsi adalah penegakan hukum dan konsistensi pemerintah. Tidak perlu penambahan lembaga yang mengurusi Pemeberantasan Korupsi karena sekarang ini sudah ada beberapa embaga yang diandalkan

“”Intinya pemberantasan Korupsi itu adalah Penegakan Hukum, tidak elok kalau misalnya KPK bersusah payah mengumpulkan data tetapi para korputor itu mendapat Grasi “

Selain membahas pemberantasan Korupsi dan akar permasalahannya, sosok yang setuju dengan demokrasi terpimpin ini juga memaparkan tentang tugas Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN), diantaranya : Melakukan penelaahan terhadap temuan hasil pemeriksaan BPK yang disampaikan kepada DPR, menyampaikan hasil penelaahan terhadap komisi dan menindaklanjuti hasil pembahasan komisi terhadap hasil temuan BPK. Selanjutnya dalam tugas lanjutannya, BAKN dapat meminta penjelasan dari BPK, pemerintah, pemerintah daerah dan lembaga Negara lainnya yang mengelola keuangan Negara.

Acara Diskusi tersebut dihadiri oleh para pemerhati korupsi di Indonesia, Wartawan, dan sejumlah mahasiswa itu berlangsung sekitar dua jam.

Selasa, 20 Juli 2010

Usus Tak Normal, BAB Lewat Mulut


Cobaan hidup harus dialami pasangan Hanafiah dan Rohani yang kini menetap di Desa Ulee Blang Mane, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe. Pasalnya, anak kedua mereka yang Senin (19/7) kemarin,baru berumur lima hari ini, tidak bisa buang air besar (BAB) secara normal. Tapi kotoran selalu keluar dari mulut seperti orang muntah.

Berdasarkan diagnosa medis di Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Mutia Buket Rata, hal ini terjadi akibat usus bayi laki-laki tersebut mengalami penyempitan, menyebabkan kotoran tidak bisa masuk ke saluran anus. “Sekarang ini bayi itu selalu buang air besar melalui muntah saja. Karenanya, harus secepatnya ada penanganan medis secara intensif dan untuk itu harus dirujuk ke Banda Aceh,” ujar seorang perawat di RSU Cut Mutia, kepada Serambi, Senin (19/7).

Menurut keterangan Rohani, anak keduanya lahir pada Rabu (14/7) dini hari melalui penanganan bidan. Tapi karena tidak bisa BAB, maka pada Jumat pagi bayi langsung dirujuk ke rumah sakit. Selama dirawat di rumah sakit, kata Rohani, anaknya selalu dimasukkan ke dalam tabung. “Kondisi bayi kami kurang normal, makanya kami diminta agar segera merujuk bayi ke Rumah Sakit Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, untuk menjalani operasi agar ususnya dapat bekerja secara normal,” ujarnya.

Memang diakuinya, mungkin untuk biaya berobat memang tidak dipungut biaya terutama dengan adanya program asuransi Jaminan Kesejahteraan Aceh (JKA), yang diberikan Pemerintah Aceh kepada keluarga miskin sejak Juni lalu. Suami-istri bayi malang itu mengaku sangat sulit untuk memenuhi biaya transportasi dan biaya lainnya yang tidak diduga nantinya. Karenanya, keluarga kurang mampu ini sangat mengharapkan perhatian dari para dermawan.(SA)

Sabtu, 17 Juli 2010

Serial Debat 4 Calon KPK


Jakarta(W1), Bertempat di Restoran Gado-Gado Cemara,jakarta(15/7),4 Calon Ketua KPK berdebat terkait dengan Visi-misinya bila terpilih menjadi Ketua KPK. Adapun 4 Calon Ketua KPK tersebut adalah,Bambang Widjojanto,Mochtar Pakpahan,Jhonson Panjaitan dan Henry Yosodiningrat.

Mendapat kesempatan pertama, Bambang menjelaskan Visi dan misinya apabila dirinya menjadi ketua KPK bahkan dengan serius bambang meneluarkan rumusnya dalam memberantas KPK yaitu C=M+D-A (Coruption = monopoli + deskresi - Akuntabilitas),menurutnya kejahatan korupsi di Indonesia sudah memasuki tahap ketika dimana korupsi sudah merupakan kejahatan terorganisir, untuk memeranginya perlu ada kebaikan yang terorganisir

"Kalau saya nanti terpilih menjadi ketua KPK dan melakukan hal yang benar tolong dukung saya, tetapi kalau saya melakukan kesalahan tolong luruskan saya "pungkasnya.

Senada dengan Bambang, Mochtar Pakpahan yang mendapat giliran kedua langsung menyoroti tentang keberanian Ketua KPK, mochtar mengatakan Korupsi merupakan bagian yang terpenting yang harus dibersihkan dan ketua KPK yang akan datang harus mempunyai keberanian alais tidak takut oleh siapapun.

"Jika Saya menjadi ketua KPK, maka Kasus Century akan saya buka kembali" kata mochtar dengan penuh optimis.

Giliran ketiga adalah Jhonson Panjaitan yang masih aktif menjadi penasehat Pilice Watch mengatakan bahwa tugas dari ketua KPK dan Jajaranya bukan hanya menghukum para Koruptor dan mengembalikan uang hasil korupsinya namun yang tidak kalah pentingnya adalah memberantas jaringannya

"Ada Persoalan Teknis yang harus dilakukan bukan hanya masalah makronya saja"
masih menurut Jhonson, sebagai ketua KPK yang paling penting adalah mempunyai Skill dan bukan hanya soal takut apa tidaknya

"Saya akan bertempur Face To Face dengan Koruptor, sekalipun harus "mengorbankan" anak-istri saya"

Mendapat giliran Terakhir, Henry Yosodingrat, mengungkapkan bahwa apabila dirinya menjadi ketua KPK, maka dia minta satu minggu untuk menangkap semua para koruptor terkait rekening Gendut Polri.

"Siapapun yang jadi ketua KPK, maka saya akan tagih penyelesaian kasus rekening Gendut"ungkapnya, terkait rekening Gendut perwira Polri.

Sementara itu dalam penilaian terkait pemikiran keempat calon ketua KPK itu, Permadi Mengungkapkan pemeberantasan korupsi di Indonesia tidak bisa dilakukan hanya dengan normatif ataupun Konstruktif.menurutnya keempat temannya yang mencalonkan ketua KPK itu tidak akan terpilih
"pemilihan ketua KPK sekarnag ini seperti permen Nano-nano" tegasnya.
namun demikian dirinya tidak melarang keempat temannya itu untuk mengikuti proses pemilihan ketua KPK.
Debat yang dimediatori oleh Indro Chayono tersebut berlangsung 3 jam,dengan suasana yang cukup aktraktif.

Senin, 05 Juli 2010

Peluncuran Buku Putih Tentang Banjir


Jakarta (W1), Bertempat di Balai Agung, Balai Kota Pemprov DKI Jakarta, Pemerintahan Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta), Siang Tadi meluncuran Sebuah Buku putih yang Bertemakan Banjir. Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur DKI, Fauzi Bowo beserta Wakilnya.

Dalam Sambutannya, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menegaskan bahwa masalah Banjir menjadi prioritas utama pemerintahannya. Selain itu, Foke meminta masyarakat ikut ambil bagian dalam menuntaskan masalah banjir ini.

Acara yang diawali dengan pemutaran Film Dokumenter itu, berlangsung sederhana. tampak dalam acara tersebut ketua Bapeda dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta

Jumat, 02 Juli 2010

HUT BHAYANGKARI KE - 64


Depok (W1), Hari bhayangkari ke-64 Tanggal I juli 2010, kemarin dengan tema membangun karakter melalui kepemimpinan yang unggul, kemitraan, profesionalisme dan etika prima dilaksanakan secara internal di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawabarat

Upacara yang berlangsung lancar itu, dipimpin langsung oleh Kapolri. Dalam amanatnya, kapolri meminta semua jajarannya untuk tetap solid ditengah keterbatasan polri. Selai itu, kapolri meminta maaf kepada masyarakat
"“Atas berbagai kelemahan dan kekurangan Polri sehingga tidak mampu memberikan pengabdian yang terbaik kepada masyarakat. Polri minta maaf,"

dalam kesempatan itu juga,Kapolri menyerukan partisipasi masyarakat sehingga tercipta kerjasama yang proaktif dengan mengedepankan tindakan preentif dan preventif dan hukum ditegakkan secara proporsional dan profesional, guna menjamin kepastian hukum, dan rasa keadilan serta menjadikan hukum sebagai panglima.

Setelah selesai upacara, Kapolri meresmikan mesjid Brimob dan menjenguk Susno Duaji yang di tahan di tempat itu

Lagi, Guru Honorer Unjukrasa


Jakarta (W1), Nasib Guru honorer yang sampai detik ini belum ada kejelasan,mengenai pengangkatan menjadi PNS, hal ini tentunya membuat Guru honor ,yang ada di beberapa daerah melaksanakan aksi jalanan . Selasa, (28/06 ratusan guru honorer dari Bekasi yang tergabung dalam Aksi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Sosial (NGO KAMMPUS) melakukan unjukrasa didepan kantor Kementerian Pendidikian Nasional (Mendiknas) di jalan sudirman, Jakarta.

NGO KAMMPUS yang mengadvokasi Komite Guru Bekasi (KGB), Forum Komunikasi Tata Usaha FKTU) dan Rumah Diskusi Guru (Rumdis) ini, menyatakan sikap bahwa saat ini ada lebih dari 3 juta guru di Indonesia yang memerlukan perhatian dan pembinaan, terprogram dan berkelanjutan.

Menyikapi permasalahan tersebut, para pendidik ini meminta reformasi birokrasi yang diwujudkan dengan rektrukturisasi dan implementasi harus segera dilaksanakan secepatnya

“ Kedatangan kami kesini meminta Penjelasan” ungkap imam menguatkan pernyataan sikap aksinya itu.

Dirinya menambahkan, ada beberapa teman seperjuangannya yang sudah membaktikan diri selama 25 tahun di dunia pendidikan tetapi belum juga diangkat menjadi PNS
“Coba bayangkan, kami dituntut untuk terus bekerja namun gaji yang diterima hanya 300 ribu rupiah” ungkapnya kepada wartawan terkait dengan gajinya yang sangat minim.

Sementara itu ketua NGO KAMMPUS, Abdul Rozak mengaku kecewa karena Menteri Pendidikan nasional, M. Nuh tidak dapat ditemuinya. Ia bersam 19 temannya hanya diterima oleh bagian kepegawaian Dinas Kependidikan.

“Saya sangat Kecewa sekali, karena maksud kami kesini adalah bertemu dengan menteri, tapi yang ada hanya ditemui oleh bawahannya “ keluh Rozak.

Masih menurut Rozak, dari hasil pertemuannya itu tidak ada satupun kepastian yang jelas yang diberikan oleh pihak Diknas

“Mereka hanya Janji, bawa pada bulan Agustus atau Juli akan ada pemberkasan yang akan diurus oleh Badan Kepeagawaian Daera (BKD) di wilayahnya masing-masing,tetapi itupun tidak menjamin”

Aksi Unjukrasa yang berlangsung tiga jam ini dijaga ketat oleh pihak kepolisian dari Polda Metro Jaya. Dalam orasi terakhirnya para pengunjukrasa akan kembali berunjukrasa dengan jumlah yang lebih besar jika pihak Kementerian pendidikan Nasional tidak memenuhi tuntutan mereka. (Jr)

Rabu, 19 Mei 2010

Pengetahuan Rakyat soal Pancasila Merosot


Yogyakarta - Dalam seminar nasional Nasionalieme dan Pembangunan Karakter Bangsa, ia mengatakan, kredibilitas Pancasila dan pendidikan kewarganegaraan terus merosot dan tidak populer. As'ad mengatakan, survei yang dilakukan Pusat Studi Pancasila menyebutkan semangat nasionalisme dan pengetahuan kewarganegaraan terutama di kalangan generasi muda terus menurun.

"Pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah-sekolah hanya sebagai pelengkap kurikulum yang tidak dipelajari serius oleh peserta didik. Para pendidik pun hanya mengejar pelajaran-pelajaran yang menentukan kelulusan," ujar As'ad.

Ia menuturkan, akibatnya sejak reformasi kredibilitas Pancasila makin merosot. Peranannya jatuh sebagai barang pusaka, hanya sekadar azimat politik.

"Ini karena asosiasi-asosiasi negatif terhadap Pancasila karena penerapannya pada masa lalu. Padahal sebagai dasar negara, Pancasila adalah barometer moral sebagai kerangka kewarganegaraan harus didasarkan," ujarnya.

Pancasila saat ini, lanjut As'ad, hanya dijabarkan dalam kebijakan, aturan, dan undang-undang, yang justru dalam pelaksanaannya malah menyimpang dari nilai dari Pancasila. "Seharusnya penjabaran Pancasila dilakukan secara akademik atau lebih implisit melihat lebih ke dalam nilai-nilai Pancasila," kata As'ad.

Minggu, 09 Mei 2010

Mobil Plat RI 23 Ditilang Polisi


Jakarta (W1) - Aksi Nekat mobil berplat Nomor RI 23, yang tidak lain adalah milik Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri yang masuk jalur busway di koridor VI terekam kamera warga dan segera mejadi perbincangan publik di jejaring sosial twitter. Toyota Camry plat merah itu melaju persis di belakang armada Transjakarta.

Akibat kejadian tersebut, sempat tersiar Kabar, masuk dalam pembahasan RUU protokoler yang di hadiri oleh Wapres Boediono, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mesesneg Sudi Silalahi, Kapolri dan Jaksa Agung.

Namun, juru bicara, presiden Julian Aldrin Pasha membantah hal tersebut, dalam rapat terbatas yang membahas mengenai RUU Protokol itu, Jaksa Agung memberikan masukan mengenai iring-iringan mobil sirene, siapa saja yang berhak menggunakan sirine dan pengawalan.

"Itu tidak masuk dalam RUU Keprotokoleran yang diajukan, mungkin akan diturunkan di peraturan di bawah UU ini," katanya di Kantor Presiden Kamis 6 Mei 2010.


Akibat pelanggaran tersebut, Mobil operasional milik menteri Sosial itu ditilang Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Kendaraan berplat nomor RI 23 tersebut dinyatakan melanggar lintasan jalur eksklusif busway Transjakarta.

Tak Ada Deal Politik Terkait Sri Mulyani


Jakarta – Isu adanya “barter” terkait kasu hokum Century, ditepis oleh partai beringin tersebut. Bagi Partai Golkar, kasus hukum Bank Century tidak boleh berhenti apalagi diberhentikan.

"Saya tegaskan lagi bahwa proses hukum terus berjalan. Posisi seseorang tidak menyebabkan proses hukum berhenti," ungkap Ketum Partai Golkar, Aburizal Bakrie dalam pidato di Kantor Pusat Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu 8 Mei 2010.

Soal kabar yang beredar bahwa ada deal politik antara Presiden SBY dengan Golkar terkait kepindahan Sri Mulyani Indrawati ke Bank Dunia, Aburizal menegaskan bahwa tidak ada kesepakatan apapun.

"Beredar kabar ada deal politik. Saya tegaskan itu tidak ada. Itu pilihan pribadi ibu Sri Mulyani untuk menjabat posisi yang bagus," ujar Aburizal yang kini menjadi Ketua Harian koalisi SBY-Boediono.

Aburizal dirinya sempat membicarakan soal kasus hukum Bank Century dengan SBY. "Rekomendasi Century termasuk proses hukum terus berjalan. Karena siapa pun tidak bisa menghentikan proses hukum," ujarnya, menjelaskan pertemuan dirinya dengan presiden itu.

Jumat, 07 Mei 2010

Jawab 27 Pertanyaan, Tensi Darah Hakim Asnun Naik


JAKARTA - Pemeriksaan terhadap tersangka kasus dugaan suap Muhtadi Asnun, terpaksa berhenti untuk sementara. Belum siap menjadi tersangka menyebabkan tekanan darah hakim kasus Gayus Tambunan itu, naik menjadi 150/100.

"Baru sampai 27 pertanyaan. Setelah itu kira-kira setengah jam yang lalu, tensi darahnya naik 150 tadi diperiksa," ujar pengacara Asnun, Alamsyah Hanafiah, kepada wartawan, Jumat (7/5).

"Tekanan darahnya naik 150/100," jelas pengacara Asnun yang lain, Tina Tamher, melalui pesan singkatnya.

Menurut Alamsyah, saat ini Asnun sedang beristirahat. Penyidik memberinya kesempatan beristirahat selama 30 menit setelah minum obat.

Dia mengatakan tekanan darah Asnun naik karena kliennya tidak siap menjadi tersangka. "Mungkin begini, karena dia sebagai pejabat dan sebagai hakim, ketua pengadilan, dia tidak siap untuk menghadapi jadi tersangka. Depresi mental," tukasnya.

KPK Diminta Cekal Sri Mulyani


JAKARTA - Rapat perdana tim pengawas (timwas) kasus Century kemarin dikejutkan oleh berita kepindahan Menkeu Sri Mulyani menjadi managing director Bank Dunia. Reaksinya pun beragam karena Sri Mulyani dianggap salah seorang pejabat yang harus bertanggung jawab dalam kasus bailout Rp 6,7 triliun itu.

Pro dan kontra muncul di tengah rapat yang melibatkan pimpinan KPK tersebut. Sejumlah anggota dewan menyampaikan ucapan selamat. Namun, ada pula yang menduga mundurnya Sri Mulyani itu sebagai upaya penyelamatan dari jerat kasus Century.

Anggota tim pengawas dari Hanura Akbar Faizal mendesak KPK untuk mencekal Sri Mulyani. ''Ibu Sri Mulyani monggo kalau mau jadi direktur Bank Dunia. Tapi, tolong (KPK) keluarkan cekal dulu sampai pemeriksaan selesai,'' ujar Akbar.

Menurut Akbar, penunjukan Bank Dunia atas Sri Mulyani mengesankan adanya intervensi lembaga donor itu kepada pemerintah. Di satu sisi, Sri Mulyani langsung menyatakan mundur saat diminta kesediaan sebagai orang kedua di Bank Dunia. Namun, di sisi lain, betapa alot permintaan DPR agar dia mundur sementara dalam pemeriksaan angket Bank Century.

''Bank Dunia tolong jangan intervensi. Ini seperti skenario untuk menyelesaikan kasus Century,'' tegas politikus Hanura itu.

Anggota FPDIP Hendrawan Supratikno mengatakan, sebagai Menkeu, harus diakui bahwa Sri Mulyani memang memiliki reputasi mendunia. Namun, kebijakannya dalam penyelamatan Bank Century tetap merupakan ranah hukum yang harus dituntaskan.

Dia lantas menilai, mundurnya Sri Mulyani hanya menjadi korban politik dari pemerintah atas kasus Century. ''Karena yang bertanggung jawab seharusnya adalah Boediono (selaku mantan gubernur BI),'' ujar Hendrawan.

Anggota tim pengawas Bambang Soesatyo yang juga inisiator Pansus Century kali ini berpikir moderat. Dia menilai, mundurnya Sri Mulyani bisa menjadi jalan keluar politik pilihan pemerintah. Pascaangket Century, vonis politik kepada Sri Mulyani terus bergulir tanpa henti. Yang terakhir, muncul penolakan dari sejumlah anggota dewan atas kehadiran Sri Mulyani dalam rapat penetapan APBNP. ''Justru ini menjadi solusi politik (pemerintah) untuk menurunkan tensi,'' katanya.

Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menyatakan terkejut atas berita Sri Mulyani itu. Menurut Priyo, beberapa hari lalu memang terdengar sayup-sayup kabar terkait dengan jabatan baru Sri Mulyani tersebut. ''Namun, mendengar penegasannya, saya masih terperanjat,'' kata Priyo.

Menurut Priyo, untuk kualitas personal seperti Sri Mulyani, jabatan direktur operasional Bank Dunia memang pantas. Sebagai pimpinan DPR, dia mengapresiasi. Dia berpesan agar posisi baru itu bisa memberikan dampak yang positif atas posisi Indonesia. ''Kepada Dr Sri Mulyani, Saya berpesan untuk tetap mempertahankan nilai keindonesiaan,'' ujar Priyo.

Pimpinan KPK juga tidak mempermasalahkan status baru Sri Mulyani nanti. Saat ditanya sejumlah anggota DPR soal tindak lanjut pemeriksaan Sri Mulyani, Wakil Ketua KPK Bibit Samad Riyanto menyatakan, faktor jarak bukan masalah bagi KPK. Meski nanti Sri Mulyani melaksanakan tugas hariannya di Washington, AS. ''Itu masih di dunia kan. Kami dulu juga pernah mengirimkan penyelidik ke Washington,'' jamin Bibit kepada tim pengawas DPR (JP)

19 Desa di Trenggalek Terendam Banjir, Empat Tewas


TRENGGALEK - Dua hari hujan deras mengakibatkan 19 desa di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, terendam banjir. Bukan itu saja, sedikitnya 14 rumah dan sembilan jembatan putus karena banjir tersebut. Empat warga ditemukan tewas setelah terseret air bercampur lumpur itu.

Desa-desa yang terendam banjir tersebut, antara lain, Desa Ngares, Sumberdadi, dan Rejowinangun di Kecamatan Trenggalek; Desa Gembleb, Bendorejo, Ngulan Wetan, dan Wonocoyo di Kecamatan Pogalan; serta Desa Ngrayung dan Karangrejo di Kecamatan Gandusari.(RG)

Banjir juga melanda Desa Pandean di Kecamatan Durenan; Desa Munjungan, Karangturi, Masaran, Bendoroto, Tawing, Ngulung Wetan, Ngulung Kulon, serta Desa Craken di Kecamatan Munjungan; dan Desa Srabah di Kacematan Bendungan.

Banjir juga merendam 385 rumah yang dihuni 3.013 warga di berbagai desa. Kerugian karena rusaknya infrastruktur diperkirakan mencapai Rp 15 miliar. Hingga kemarin, pendataan akibat banjir tahunan itu masih dilakukan. Sangat mungkin jumlah infrastruktur yang rusak bertambah.

Hujan yang melanda Trenggalek dalam dua hari terakhir memang berlangsung lama dengan volume di atas rata-rata. Akibatnya, di sejumlah kawasan, genangan air mencapai 0,5 meter. Bahkan di beberapa titik mencapai satu meter. Karena itu, air pun sampai masuk ke rumah-rumah penduduk dan memutus sejumlah jembatan.

Di Desa Srabah, tiga rumah roboh. Begitu pula di Desa Gembleb, beberapa rumah terseret arus. Di Kecamatan Kampak dan Munjungan, masing-masing empat jembatan putus. Sementara itu, satu jembatan lainnya di Gembleb bernasib sama. Akibatnya, beberapa jalur lalu lintas antar kecamatan lumpuh.

''Total sudah sembilan jembatan putus. Mungkin masih ada lagi,'' kata Bupati Trenggalek Soeharto saat sidak di Desa Gembleb kemarin siang.

Akibat putusnya jembatan di Kecamatan Munjungan, empat desa terisolasi. Yaitu, Desa Craken, Ngulung Wetan, Ngulung Kulon, dan Sobo. Sore kemarin, warga membuat jembatan darurat dari pohon kelapa untuk jalan ke luar desa.

Sementara itu, empat warga Desa Gembleb yang terseret arus banjir kemarin ditemukan dalam kondisi sudah meninggal. Empat korban itu adalah Muji, Tambir, Siti, dan Ropiah. Muji, 85, ditemukan tidak jauh dari rumahnya sekitar pukul 24.00, Rabu (5/5).

Tambir ditemukan kemarin pukul 06.15. Mayatnya sempat tertimbun reruntuhan bangunan di teras rumah milik Jadi. Kemarin, empat korban tewas tersebut dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.

Gedung PWI Ciamis Banjar Dirusak


CIAMIS - Gedung PWI Perwakilan Ciamis Banjar, Jumat (7/5), dirusak orang tidak dikenal. Pelaku melempar kaca bagian depan gedung yang terletak di Jln. Iwa Kusumah Soemantri nomor 6 Ciamis. Selain kaca pecah juga ditemukan batu di bagian dalam yang dipergunakan untuk melempar kaca.

Kejadian itu pertama kali diketahui oleh Bambang Bahrum (58) wartawan Galura, pukul 9.50 WIB. Saat memasuki halaman gedung, dia kaget melihat adanya lubang besar dan pecahan kaca berserakan di lantai. Selanjutnya dia masuk ke dalam ruangan dari pintu bagian belakang untuk mengecek apakah ada barang yang hilang.

"Setelah saya cek bagian dalam tidak ada yang hilang. Hanya ada batu berukuran sekepalan tangan orang dewasa di lantai di antara serpihan kaca. Saya terus telepon ke Ketua PWI Ciamis," tuturnya kepada beberapa wartawan lain yang berdatangan ke tempat tersebut.

Perusakan tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polres Ciamis. Tidak lama kemudian datang Satuan Identifikasi Polres Ciamis yang langsung melakukan olah TKP. Dengan teliti petugas memeriksa serta memotret bagian lubang kaca yang pecah serta batu yang dipergunakan pelaku.

Aksi perusakan tersebut tidak pelak memunculkan berbagai pertanyaan, sebab selama ini PWI Ciamis Banjar merasa tidak memiliki musuh. Hanya saja beberapa wartawan mengaitkan kejadian tersebut dengan persoalan pemberitaan. Menanggapi perusakan itu Ketua PWI Perwakilan Ciamis Banjar Nurhandoko didampingi Wakil Ketua Subakti Hamara dan Anjar Asmara mengatakan, belum bisa memastikan motif pelemparan tersebut. Secara organisasi, lanjutnya, meminta kepada aparat untuk mengungkap kasus tersebut.

"Yang pasti ada kejadian perusakkan. Soal motif atau latar belakang dan siapa pelakunya, kami belum tahu. Apakah itu berkait dengan pemberitaan atau tidak, juga belum bisa dipastikan. Kami serahkan kepada pihak yang berwajib untuk mengungkap kasus tersebut," tutur Nurhandoko.

Terpisah Wakapolres Komisaris Ari Wibowo didampingi Kasat Reskrim Ajun Komisaris Agus Gustiaman mengatakan segera menyelidiki kasus tersebut. "Kami terima laporan kasus itu. Dan petugas juga langsung melakukan penyelidikan," katanya.(PRLM)

AS Bantu Pembangunan Jalan Lintas Selatan Jawa


JAKARTA,(W1)- Lagi, Lembaga donor Amerika Serikat, Millenium Challenge Corporation (MCC), berencana memberikan pinjaman lunak 300 juta dolar AS untuk pembangunan jalan lintas selatan Jawa.

"Kami tinggal menyusun kesepakatan formal dengan mereka untuk pengesahan pinjaman lunak sebesar 300 juta dolar AS," ungkap Dirjen Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto kepada pers di Jakarta, Kamis (6/5).

Masih menurut Djoko, niat MCC itu kini sedang dibahas di tingkat senat mereka. Jika disetujui, pada 2011 sudah bisa dilakukan tahap desain yang dilanjutkan dengan pembangunan fisik selama tiga tahun. Pinjaman itu, kata dia, untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur jalan lintas pantai selatan Jawa sepanjang 300 kilometer dari total panjang 1.567,195 km.

Dijelaskan pula, lembaga donor asal Amerika Serikat itu tertarik untuk membiayai pembangunan jalan lintas selatan Jawa karena tujuannya untuk membuka akses kawasan terisolasi di daerah selatan Jawa. "Pinjaman yang akan dialokasikan pada pembangunan Banten-Jawa Barat itu bersifat lunak," katanya menegaskan.

Aksi 5 Mei di Kampus Mercubuana


Jakarta (W1) - Untuk mengenang terjadinya peristiwa 5 Mei di kampus Mercubuana 12 tahun silam, sejumlah aktivis universitas Mercubuana mengadakan aksi solidaritas di depan kampusnya di Jalan raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat. Menurut sejumlah mahasiswa yang melakukan aksi tersebut, kejadian 5 Mei itu menjadi sebuah fakta tentang kekerasan aparat dalam menyikapi para mahasiswa. Tidak itu saja, menurut Mereka akibat kekerasan yang dilakukan Aparat tersebut, banyak Mahasiswa yang terluka.selain itu, Peringatan tragedi 5 Mei yang mengenang penyerbuan kampus Mercu oleh tentara dan polisi di bawah Orde Baru untuk membubarkan mimbar demokrasi mahasiswa menyebabkan fasilitas gedung banyak yang hancur.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi, Andre, mengingatkan bahwa perjuangan dalam melawan ketidakadilan harus terus dilanjutkan, apapun resikonya. Masih Menurutnya, pemerintahan SBY sekarang tidak mampu membawa masyarakat ke arah yang lebih sejahtera.

AKSI MENUTUP JALAN

Setelah melakukan Orasi di dalam kampus, mahasiswa sekitar seratusan orang itu langsung menutup Jalan Meruya selatan, mereka mengingatkan masyarakat untuk tetap mengawal kasus Century yang dianggapnya akan dipeti-eskan oleh kelompok - kelompok tertentu. Sambil berorasi sebagian mahasiswa melakukan pembakaran Fhoto Boediono , Srimulyani dan Ban di tengah jalan, akibatnya jalan tersebut macet Total.

Para Aktivis Mahasiswa membubarkan diri dengan tertib setelah lebih dari satu jam menutup jalan sambil berorasi

Sabtu, 03 April 2010

Remaja Pengangguran Ikut Diklat


SUKABUMI (W1) - Nasib Baik berpihak kepada sepuluh orang anak usia remaja di Sukabumi. Kondisi menganggur membuat Dinas Sosial (Dinsos) Kab. Sukabumi memberangkatkan mereka untuk mengikuti program pendidikan dan latihan (diklat) tentang kewirausahaan, selama empat bulan di Cirebon.

Program yang yang bertujuan untuk memberdayakan anak usia remaja 18 sampai 23 tahun supaya mereka memiliki keterampilan dan keahlian kerja sudah dilaksanakan oleh Dinsos Jabar pertengahan Februari lalu, .

“Mereka dididik dan dilatih keterampilan kerja supaya mereka bisa membuka usaha sendiri di daerahnya. Bahkan bila usahanya maju, diharapkan mereka bisa merekrut karyawan sehingga secara tidak langsung mereka turut membantu program pemerintah dalam penyerapan tenaga kerja,” kata Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial, Dinsos Kab. Sukabumi, Drs. Usman Susilo, M.M., saat dihubungi lewat telefon selulernya, Jumat (2/4).

Menurutnya, sepuluh anak usia remaja dari Kab. Sukabumi itu rata-rata mereka lulusan SMA yang kondisinya masih mengganggur. Mereka dididik serta dilatih keterampilan kerja yang meliputi empat bidang, antara lain perbengkelan, menjahit, elektro dan pertukangan kayu. Dalam diklat itu, mereka tak hanya diberikan pengetahuan materi saja, melainkan mereka pun akan diberikan pengetahuan praktek kerja langsung di lapangan. (W1)

Senin, 01 Februari 2010

Tasik Jadi Wilayah Petir


TASIKMALAYA - Wilayah Tasikmalaya selama beberapa hari terakhir sering diguyur hujan lebat yang disertai sambaran petir. Hal itu disebutkan salah seorang pengamat petir di Tasikmalaya, Faisal Amiruddin, Minggu di Tasikmalaya.

Seperti diketahui, 14 kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tasikmalaya akibat tersambar petir, saat sedang melakukan kegiatan outbond di lapangan sepakbola di Kampung Rancagendeng Kec. Bungursari Kota Tasikmalaya, Sabtu (30/1) petang

Pada kejadian sebelumnya, akhir tahun 2009 lalu, seorang anak SMP yang tengah berkaraoke di rumahnya tewas akibat tersambar petir.

Menurut Faisal Amiruddin, gejala alam yang satu itu memang memiliki kekuatan yang sangat dahsyat. Fenomena eletrikal itu terbentuk akibat adanya pergerakan udara ke atas akibat panas dari permukaan laut serta adanya udara yang lembab.

Umumnya muatan negatif terkumpul di bagian bawah dan itu menyebabkan terinduksinya muatan positif di atas permukaan tanah, sehingga membentuk medan listrik antara awan dan tanah. Jika muatan listrik cukup besar dan kuat medan listrik di udara dilampaui, maka terjadi pelepasan muatan berupa petir atau terjadi sambaran petir yang bergerak dengan kecepatan cahaya dengan efek merusak yang sangat dahsyat. Ironisnya, karena berada di garis khatulistiwa, Indonesia memiliki intensitas petir yang cukup tinggi.

Untuk itu Faisal menganjurkan, jika melihat kilat atau mendengar gemuruh segeralah menuju bangunan yang telah dilindungi dengan penangkal petir atau mendekat ke mobil atau truk. “Juga dianjurkan memakai sepatu dari kulit atau karet yang tidak bocor, usahakan memakai kaos kaki yang kering, sebagai upaya memisahkan tubuh kita dari tanah sehingga petir enggan melalui tubuh anda. “

Jika berada diluar rumah, jangan terlalu dekat dengan pohon dan hindari lokasi berair. Kalaupun tak sempat berlindung, anda harus jongkok tapi hindarkan tangan anda menyentuh tanah dan jangan berbaring, karena akan memudahkan penyaluran tenaga petir ke tanah.

“Selain itu jangan berdiri bergerombol, buatlah jarak beberapa meter. Disamping itu jika anda berada ditempat terbuka dan merasakan rambut anda berdiri itu pertanda petir akan menyambar, yang harus dilakukan adalah melakukan gerakan ruku, ini dipercaya bisa mengurangi dampak sengatan.

Anas: Pak Paloh Mulai Suka Warna Biru


JAKARTA — Ketua Bidang Politik DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum menanggapi ringan deklarasi Nasional Demokrat oleh politisi Golkar, Surya Paloh. Warna dominan biru dan nama "Demokrat" yang menyerempet dengan identitas partainya tak dianggap sebagai sebuah ancaman. "Rupanya Pak Surya Saloh mulai suka warna biru. Juga suka nama Demokrat," kata Anas, Senin (1/2/2010).

Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR ini memandang keberadaan Nasional Demokrat sebagai ormas baru merupakan bagian dari kebebasan berserikat dan berkumpul. "Kami husnudzan dan berharap bisa menjadi bagian dari energi bagi demokratisasi kita ke depan," katanya singkat.

Nasional Demokrat merupakan ormas baru yang diinisiatori oleh Surya Paloh dan Sri Sultan Hamengku Buwono X. Deklarasinya dilakukan pada Senin sore di Istora Senayan dan dihadiri banyak tokoh nasional.

Pengamat politik menilai, pembentukan Nasional Demokrat tak bisa dilepaskan dari motif politik. Paloh diprediksi akan menjadikan Nasional Demokrat sebagai embrio partai politik yang akan dibentuknya dan mencari celah untuk menarik basis dukungan Golkar dan Demokrat.

"Cuap-Cuap" Sri Mulyani Disambut Demo


Saat mengisi diskusi mingguan, Sabtu (30/1/2010) di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat,Menteri Keuangan Sri Mulyani disambut aksi mahasiswa yang tergabung dalam Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi (KAPAK). Para mahasiswa ini sebenarnya sudah standby sejak diskusi belum dimulai.

Diskusi yang bertema "100 Hari Pemerintahan SBY-Boediono Bidang Ekonomi". Sri Mulyani tampak nyaman berbicara di diskusi mingguan Radio Trijaya tersebut. Namun, kehadirannya hanya berlangsung selama sekitar 35 menit. Setelah itu, ia berpamitan karena ada agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan.

"Maaf, saya tidak bisa mengikuti sampai selesai karena ada acara yang tidak bisa ditinggalkan," kata Sri Mulyani.

Dengan kawalan ketat, ia pun menuju ke mobilnya. Para mahasiswa yang sudah siaga di depan langsung meneriakkan "Tuntaskan Century". Aparat kepolisian yang berjaga segera mengamankan jalannya aksi dan mobil yang ditumpangi Sri Mulyani pun "mulus" melewati peserta aksi. Nama Sri Mulyani memang belakangan erat dikaitkan dengan keputusan bail out pemerintah sebesar Rp 6,7 triliun kepada Bank Century.

Sabtu, 30 Januari 2010

Dua Korea Baku Tembak


Aksi baku tembak terjadi di dekat perbatasan laut yang disengketakan Korea Utara dengan Korea Selatan, demikian laporan kantor berita Yonhap.

Dalam laporan itu disebutkan Korut menembak terlebih dahulu ke wilayah laut yang tengah dijaga oleh otoritas Pulau Baengnyeong, Korea Selatan.

Seorang juru bicara presiden di Seoul mengatakan pihaknya ''terpaksa membalas tembakan tersebut ''.

Namun tidak ada korban atau kerugian yang terjadi dalam baku tembak tersebut.

Pejabat yang tidak disebutkan namanya mengatakan Korea Utara melepaskan tembakan di kawasan utara perbatasan laut, sedangkan pasukan Seoul membalas tembakan dari udara, demikian laporan kantor berita AFP.

Pada hari Selasa, Korea Utara secara sepihak telah mengumumkan kalau wilayah laut itu masuk dalam kategori bukan kawasan bebas pelayaran.

Perbatasan laut barat selama ini memang diketahui sebagai sumber tetap ketegangan militer antara dua Korea.

Hubungan memburuk

Dalam dekade terakhir bahkan terjadi tiga kali baku tembak yang mematikan antara kedua Korea di kawasan tersebut.

Dalam insiden sebelumnya pada November lalu, baku tembak antara angkatan laut kedua negara menyebabkan satu orang tentara Korut tewas dan tiga lainnya terluka.

Korea Selatan selama ini berpegang pada garis batas utara yang ditetapkan oleh AS atas perintah PBB saat perang Korea 1950-53 berakhir. Korea Utara menolak ketentuan batas tersebut.

Selain masalah perbatasan kedua Korea juga bertikai dalam urusan bisnis.

Pembicaraan terkini mengenai kawasan industri Kaesong yang dikelola bersama juga dihentikan tanpa ada kesepakatan antara kedua belah pihak pada 21 Januari.
Kaesong

Pembicaraan kawasan industri Kaesong juga tanpa kemajuan

Meski ketegangan meningkat, tapi Korea Utara masih mau menerima sedikit bantuan dari Korea Selatan.

Uji coba membuka dialog diupayakan di tengah ketegangan terbaru yang dipicu oleh pernyataan seorang analis Korsel yang menyebut kemungkinan terjadi kudeta militer atau peningkatan aksi massa ketika pemimpin Korut, Kim Jong-il, meninggal.

AS, Cina, Rusia, Jepang dan Korea Selatan terus-menerus meminta Korea Utara kembali ke pembicaraan internasional guna menghentikan program nuklirnya.

Mari Pangestu Jangan Ceroboh


Jakarta - DPR menyebut keputusan pemerintah yang menyetujui perdagangan bebas China- ASEAN tanpa persiapan matang sebagai tindakan tidak realistis.

“DPR merasa keputusan untuk menyetujui CAFTA sudah bukan kebijakan yang realistis perlu ditunda dan dikaji ulang,” jelas Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso, usai bertemu dengan perwakilan 25 delegasi organisasi buruh, petani dan mahasiswa di ruang pimpinan DPR, Jakarta, Kamis (28/1).

Apabila pemerintah tetap menyetujui pedagangan bebas mentah-mentah, lanjut Priyo, maka Menteri Perdagangan Mari Pangestu bisa dianggap ceroboh dan tidak mengindahkan aspirasi rakyat.

Apakah Mari Pangestu perlu dicopot dari jabatannya?

“Mengenai reshuffle itu dikembalikan kepada presiden,” ujar fungsionaris Partai Golkar ini.

Sebelumnya, sekitar 25 elemen masyarakat terdiri dari buruh, petani dan mahasiswa melakukan dialog dengan pimpinan Dewan di gedung DPR, Jakarta. Mereka mengungkapkan fakta yang mempermalukan kampung halaman Presiden SBY.

Dalam dialog, delegasi buruh mengemukakan beberapa rekomendasi diantaranya sistem pengupahan layak nasional, menolak dan akan mengajukan judicial review terhadap UU 39/2009 tentang kawasan ekonomi khusus melalui Mahkamah Konstitusi (MK), merespons perkembangan pembahasan program legislasi nasional 2010 seperti revisi UU 13/2003 dan deregulasi ketenagakerjaan termasuk pengupahan.

100 hari SBY - Boediono Panen Demonstrasi


BANDA ACEH - 100 hari pemerintahan SBY-Boediono panen demontrasi, seperti halnya di Aceh dan sekitarnya, Kamis (28/1) kemarin, aksi yang dilakukan ole mahasiswa tersebut dijaga oleh ratusan personel aparat kepolisian.

Di Lhokseumawe, sekitar 10 demonstran yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) Aceh, mengkritisi berbagai kebijakan SBY-Boediono dalam 100 hari pemerintahan ini dengan menggelar unjuk rasa di kawasan Simpang Jam. Tapi, ironisnya, aksi yang berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB, kemarin, tampak dijaga atau dikawal oleh ratusan personel polisi.

Meski demikian, hanya sebagian kecil saja personel polisi dari Polres Lhokseumawe itu yang tampak mengawal aksi demo sekitar 10 mahasiswa tersebut. Sedangkan sebagian besar aparat kepolisian lainnya yang juga dari Mapolres Lhokseumawe, berada dalam pekarangan Klinik Bhayangkara dan sejumlah warung yang ada di sekitarnya.

Koordinator aksi FKM Aceh, Rahmad Hidayat, dalam orasinya mengkritik sejumlah kebijakan pemerintahan SBY-Boediono yang dinilai bermasalah, seperti kasus bail out Bank Century. Ia mendesak Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk segera menyelesaikan kasus yang kini sedang dibahas oleh pansus DPR RI itu.

Di samping itu, demonstran juga mendesak pemerintah SBY-Boediono untuk membuat kebijakan-kebijakan yang lebih prorakyat, segera mewujudkan kesejahteraan rakyat dan mencabut UU Badan Hukum Pendidikan (BHP). “Kita juga mendesak agar pemerintah segera membentuk pengadilan HAM di Aceh dan menuntaskan berbagai aturan pelaksanaan sebagaimana dikendaki UU No.11 Tahun 2006 tengan Pemerintah Aceh (UUPA),” kata Rahmad Hidayat.

Setelah sekitar satu jam aksi tersebut berlangsung, sebanyak dua truk pasukan tambahan dari Polres Aceh Utara, dilaporkan tiba di lokasi demo. Personel tambahan ini dimaksudkan untuk memback up pengamanan demo yang sebelumnya disebut-sebut akan berlangsung secara besar-besaran. Tapi, hingga aksi tersebut bubar sekitar pukul 11.30 WIB, kemarin, ternyata jumlah pendemo hanya sepuluhan orang saja.

Kapolres Lhokseumawe, AKPB Zulkifli, yang kemarin juga tampak turun ke lokasi, mengatakan bahwa yang melakukan pengamanan demo ini hanya beberapa personel saja, sedang ramainya ke lokasi karena aksi itu akan diamankan secara bergantian oleh personel polisi. “Sebelumnya dalam pemberitahuan kepada kita, jumlah peserta unjuk rasa ini dilaporkan ramai. Tapi ternyata hanya beberapa orang saja,” pungkasnya.

Di Banda Aceh
Sementara itu, di Banda Aceh, aksi unjuk rasa mengkritisi 100 hari pemerintahan SBY-Boediono yang juga diikuti oleh puluhan mahasiswa, digelar oleh dua kelompok. Namun, aksi yang digelar oleh Solidaritas Mahasiswa Untuk Rakyat (SMUR) itu, terutama di depan Gedung DPRA di jalan Tgk Daud Beureueh, Banda Aceh, kemarin, dilaporkan sempat mengganggu arus lalulintas di kawasan itu.

Pasalnya, aksi demo yang dilakukan oleh belasan mahasiswa itu digelar persis di tengah jalan protokol, di depan Gedung DPRA itu. Tanpa merasa menggangu para pemakai jalan, mereka juga membakar patung Wapres Boediono dan Menkeu Sri Mulyani, yang dinilai sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam kasus Bank Century.

Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. Sebab, sejumlah polisi dari Poltabes Banda Aceh yang diturunkan ke lokasi, dengan sigap mengatur arus lalulintas di kawasan itu. Jalan protokol dua jalur itu, hanya jalur kanan yang dibuka bagi para pengguna jalan dari arah simpang Jambotapee. Sedangkankan jalur kiri, yang dipakai untuk orasi para demonstran ditutup.

Koordinator aksi, Robby Firmansyah dalam orasinya, kemarin, menyampaikan tiga tuntutan Front Aceh Untuk Nusantara SMUR. Pertama, mendesak Pansus DPR-RI segera memanggil Presiden SBY untuk memintai keterangan dan pertanggungjawabannya atas kasus Bank Century. Kedua, program pemberantasan korupsi SBY-Boediono hanya pembohongan publik, terbukti selama 100 hari masa pemerintahan, Presiden SBY tidak berani bersikap tegas menyelesaikan kasus korupsi Bank Century. Ketiga, Presiden SBY harus berani mencopot jabatan Boediono dan Sri Mulyani jika teribat kasus Bank Century.

Pada saat yang sama, puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam kelompok lainnya, juga menggelar aksi unjuk rasa dan berorasi di bundara Simpang Limong, Banda Aceh. Seperti dilakukan aksi SMUR, kelompok ini juga menyampaikan tiga tuntutan kepada pemerintah SBY-Boediono.

Ketiga tuntutan tersebut dibacakan oleh koordinator Aksi, Yanwar Julok, dengan menggugat klaim keberhasilan 100 persen di antara 15 program pilihan Presiden SBY, Pansus Century harus memanggil SBY supaya kasus itu selesai, dan mendesak Pansus dan KPK lebih cepat dan efektif menuntasakan kasus Bank Century. Mengakhiri aksinya, mereka melepaskan balon yang disertai foto SBY ke udara yang di bawahnya bertuliskan: “SBY-Boediono terbukti gagal”.

Secara umum, aksi unjuk rasa yang digelar oleh kedua kelompok mahasis tersebut berlangsung tertib dan aman. “Alhamdulillah, sejauh ini situasi keamanan di Aceh terkendali dan para pengunjuk rasa dalam keadaan tertib,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Farid AS di Banda Aceh, kemarin