Jakarta - Saat ini, berbagai pihak mulai meragukan apakah pemerintahan KIB II yang dipimpin duet SBY-Boediono dapat bertahan hingga akhir masa pemerintahan.
Belum genap 100 hari pertama, ketahanan pemerintahan SBY telah diuji dengan berbagai kasus yang datang silih berganti. Mulai dari kasus kriminalisasi Pimpinan KPK hingga kasus Bank Cantury yang saat ini sedang menyita perhatian publik.
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Komaruddin Hidayat kepada wartawan di Jakarta, beberapa saat lalu (Senin, 14/12) memprediksi pemerintahan SBY hanya mampu bertahan selama tiga tahun.
“Namanya juga koalisi pelangi. Pelangi itu indahnya hanya sebentar. Itu pun bersifat semu. Pemerintahan ini (SBY-Boediono) paling lama bisa bertahan tiga tahun. Setalah itu akan jalan sendiri-sendiri untuk kepentingan partai dan kelompok masing-masing. Saat ini, baru saja mulai berjalan, telah diterpa isu perpecahan,” demikian Komaruddin
Senin, 21 Desember 2009
Bediono mundur, Srimulyani Pecat
Jakarta - Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Effendi Simbolon menyatakan, siapa saja yang terlibat dalam kasus Bank Century agar segera ditindak tegas. Tak terkecuali Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
"Boediono dengan segala hormat saya minta mundur. Tapi Sri Mulyani dan lain-lain saya minta dipecat," kata Effendi kepada wartawan seusai rapat paripurna mengenai pengambilan keputusan atas usul hak angket anggota DPR RI tentang pengusutan kasus Bank Century menjadi hak angket DPR RI di Gedung Dewan, Selasa (1/12).
Menurut Effendi, Boediono dan Sri Mulyani menyadari atas apa yang mereka lakukan dalam mengeluarkan kebijakan terkait Bank Century. "Sudah nggak perlu ditekan siapa yang bertanggung jawab langsung ditangkap dan ditahan" katanya.
Ia juga meminta hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan ini diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi karena ada indikasi tindak pidana korupsi di dalamnya.
"Kita sepakat semua laporan BPK itu diajukan ke KPK," tutupnya
"Boediono dengan segala hormat saya minta mundur. Tapi Sri Mulyani dan lain-lain saya minta dipecat," kata Effendi kepada wartawan seusai rapat paripurna mengenai pengambilan keputusan atas usul hak angket anggota DPR RI tentang pengusutan kasus Bank Century menjadi hak angket DPR RI di Gedung Dewan, Selasa (1/12).
Menurut Effendi, Boediono dan Sri Mulyani menyadari atas apa yang mereka lakukan dalam mengeluarkan kebijakan terkait Bank Century. "Sudah nggak perlu ditekan siapa yang bertanggung jawab langsung ditangkap dan ditahan" katanya.
Ia juga meminta hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan ini diserahkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi karena ada indikasi tindak pidana korupsi di dalamnya.
"Kita sepakat semua laporan BPK itu diajukan ke KPK," tutupnya
Jumat, 11 Desember 2009
Kok Sri Mulyani Panik ?
Jakarta - Juru Bicara Aburizal Bakrie, Mara Satria Wangsa, mengakui bahwa antara Aburizal dan Sri Mulyani tidak ada masalah pribadi
"Waktu Idul Fitri kemarin, Ibu Sri Mulyani datang ke rumah Pak Ical bersalaman bersama keluarga dan tertawa-tawa. Tidak ada masalah, mengapa sekarang ini tiba-tiba marah dan menjadi personal dengan Pak Ical," ucapnya seperti dikutif dari kompas.com
Menurutnya, Aburizal heran kenapa sekarang Ibu Sri Mulyani seolah-olah panik.
"Kalau benar, seharusnya Ibu Sri Mulyani menjelaskan saja duduk soalnya secara jelas dan jernih kepada Pansus DPR. Jangan membentuk opini di luar negeri, Maksudnya apa?" lanjut Lalu Mara.
Mengenai pembentukan Pansus DPR, Lalu Mara mengatakan, Partai Golkar mengikuti aspirasi yang berkembang di masyarakat.
"Apalagi ada hasil audit investigasi BPK, yang pemeriksaannya dipelopori oleh Ketua BPK lama, Pak Anwar Nasution yang juga senior Ibu Sri Mulyani di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia," papar Lalu Mara.
Adapun soal penghentian sementara saham-saham keluarga Ical, menurut Lalu Mara, sejak Ical menjadi Menko Perekonomian dan kemudian menjadi Menko Kesra sudah melepas semua kegiatan bisnisnya sehingga soal penghentian saham Bakrie diserahkan kepada otoritas pasar modal. "Pak Ical tidak ikut-ikutan lagi," jelas Lalu Mara.
"Waktu Idul Fitri kemarin, Ibu Sri Mulyani datang ke rumah Pak Ical bersalaman bersama keluarga dan tertawa-tawa. Tidak ada masalah, mengapa sekarang ini tiba-tiba marah dan menjadi personal dengan Pak Ical," ucapnya seperti dikutif dari kompas.com
Menurutnya, Aburizal heran kenapa sekarang Ibu Sri Mulyani seolah-olah panik.
"Kalau benar, seharusnya Ibu Sri Mulyani menjelaskan saja duduk soalnya secara jelas dan jernih kepada Pansus DPR. Jangan membentuk opini di luar negeri, Maksudnya apa?" lanjut Lalu Mara.
Mengenai pembentukan Pansus DPR, Lalu Mara mengatakan, Partai Golkar mengikuti aspirasi yang berkembang di masyarakat.
"Apalagi ada hasil audit investigasi BPK, yang pemeriksaannya dipelopori oleh Ketua BPK lama, Pak Anwar Nasution yang juga senior Ibu Sri Mulyani di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia," papar Lalu Mara.
Adapun soal penghentian sementara saham-saham keluarga Ical, menurut Lalu Mara, sejak Ical menjadi Menko Perekonomian dan kemudian menjadi Menko Kesra sudah melepas semua kegiatan bisnisnya sehingga soal penghentian saham Bakrie diserahkan kepada otoritas pasar modal. "Pak Ical tidak ikut-ikutan lagi," jelas Lalu Mara.
Wahyu Prihantono : PDAM Bekasi Rugi Rp 48 Milyar Setiap Tahun
Bekasi – Entah salah atau benar, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bekasi melaporkan bahwa perusahaan tersebut mengalami kerugian hingga Rp 48 milyar per tahun yang diakibartkan oleh kebocorann distribusi air yang mencapai 36 persen lebih dari kapasitas air yang terproduksi sebesar 51 juta meter kubik.
Direktur Utama PDAM Bekasi Wahyu Prihantono, Jumat (11/12), menambahkan PDAM Bekasi akan terus menekan tingkat kebocoran ini hingga pada batas minimal yakni 20 persen, meski untuk mencapai presentase itu cukup sulit.
"Kalau ada yang bisa mencapai presentase ini berarti PDAM nya hebat," kata Wahyu.
Menurut Wahyu, kebocoran distribusi air PDAM tidak bisa terhindarkan. Bahkan, batas yang diperkenankan mencapai 20 persen. Hal ini karena adanya proses pengurasan air yang akan membuang air yang terproduksi. Meski demikian, kata Wahyu dalam kurun waktu setahun, tingkat kebocoran dapat ditekan sebesar 2 persen. "Hal itu jika dibandingkan tahun 2007 lalu, ya," ungkap Wahyu.
Selain karena upaya pengurasan, penyebab kebocoran distribusi juga disebabkan antara lain, meter air pelanggan rusak sehingga pencatatan tidak akurat, kerusakan pipa, pemasangan sambungan liar, dan pencurian. Bahkan ada pula upaya penertiban pelanggan yang belum berjalan optimal sehingga masih ada saja pelanggan yang menunggak tidak diputus sambungannya. "Ke depan memang harus lebih tegas lagi supaya tingkat kebocoran bisa semakin menurun," katanya.
Ditambahkan Wahyu, tahun 2010 nanti PDAM Bekasi merencanakan menggarap distribusi air bersih untuk wilayah Cikarang dan Babelan Kab. Bekasi. Sebab, wilayah Kabupaten Bekasi baru terlayani skeitar 13 persen. Padahal, idealnya harus 60 persen. Diperkirakan, projek ini membutuhkan biaya sekitar Rp 15 miliar yang diajukan PDAM kepada pemerintah. "Itupun ada sinyal jika pengajuan ini tidak akan dipenuhi semuanya. Mungkin hanya sekitar Rp 8 juta yang disetujui. Untuk menggarap Cikarang dan Babelan dengan dana sebesar itu, kami tidak yakin akan maksimal," tambahnya.
Meski demikian, PDAM Bekasi optimistis bahwa pihaknya mampu meningkatkan kontinuitas pelayanan mereka menjadi 24 jam mengalir untuk seluruh wilayah Bekasi. "Saat ini kebanyakan wilayah Kab. Bekasi masih belum bisa 24 jam mengalir. Namun, program kami ke depan hal ini akan ditingkatkan sehingga air benar-benar mengalir 24 jam di seluruh wilayah di Bekasi," ujar Wahyu. (w1)
Direktur Utama PDAM Bekasi Wahyu Prihantono, Jumat (11/12), menambahkan PDAM Bekasi akan terus menekan tingkat kebocoran ini hingga pada batas minimal yakni 20 persen, meski untuk mencapai presentase itu cukup sulit.
"Kalau ada yang bisa mencapai presentase ini berarti PDAM nya hebat," kata Wahyu.
Menurut Wahyu, kebocoran distribusi air PDAM tidak bisa terhindarkan. Bahkan, batas yang diperkenankan mencapai 20 persen. Hal ini karena adanya proses pengurasan air yang akan membuang air yang terproduksi. Meski demikian, kata Wahyu dalam kurun waktu setahun, tingkat kebocoran dapat ditekan sebesar 2 persen. "Hal itu jika dibandingkan tahun 2007 lalu, ya," ungkap Wahyu.
Selain karena upaya pengurasan, penyebab kebocoran distribusi juga disebabkan antara lain, meter air pelanggan rusak sehingga pencatatan tidak akurat, kerusakan pipa, pemasangan sambungan liar, dan pencurian. Bahkan ada pula upaya penertiban pelanggan yang belum berjalan optimal sehingga masih ada saja pelanggan yang menunggak tidak diputus sambungannya. "Ke depan memang harus lebih tegas lagi supaya tingkat kebocoran bisa semakin menurun," katanya.
Ditambahkan Wahyu, tahun 2010 nanti PDAM Bekasi merencanakan menggarap distribusi air bersih untuk wilayah Cikarang dan Babelan Kab. Bekasi. Sebab, wilayah Kabupaten Bekasi baru terlayani skeitar 13 persen. Padahal, idealnya harus 60 persen. Diperkirakan, projek ini membutuhkan biaya sekitar Rp 15 miliar yang diajukan PDAM kepada pemerintah. "Itupun ada sinyal jika pengajuan ini tidak akan dipenuhi semuanya. Mungkin hanya sekitar Rp 8 juta yang disetujui. Untuk menggarap Cikarang dan Babelan dengan dana sebesar itu, kami tidak yakin akan maksimal," tambahnya.
Meski demikian, PDAM Bekasi optimistis bahwa pihaknya mampu meningkatkan kontinuitas pelayanan mereka menjadi 24 jam mengalir untuk seluruh wilayah Bekasi. "Saat ini kebanyakan wilayah Kab. Bekasi masih belum bisa 24 jam mengalir. Namun, program kami ke depan hal ini akan ditingkatkan sehingga air benar-benar mengalir 24 jam di seluruh wilayah di Bekasi," ujar Wahyu. (w1)
Langganan:
Postingan (Atom)