Senin, 23 Agustus 2010

EVA KUSUMA SUNDARI TOKOH ANTI KORUPSI


Dalam diskusi “UNDOC Talk Series 2010, Indonesia Fight Corruption” Yang diselenggarakan di Papua Room, Lantai 7 Gedung PBB, Menara Thamrin Jakarta (23/8), United Nation Drugs And Crimes (UNDOC) menobatkan Anggota DPR-RI Komisi XI, Dra. Eva Kusuma Sundari, M.A., MDE.sebagai Tokoh Anti Korupsi.

“ Saya Senang, karena ini merupakan sebuah penghargaan namun disatu sisi merasa terbebani Saya harus hati-hati “

Menurut Eva , tidak gampang untuk memposisikan diri independen di DPR, ini berbeda dengan Senator di Amerika. Jadi intinya kehatia-hatian sangat diperlukan, kapan kita muncul dan kapan kita “tenggelam”.

Perempuan kelahiran nganjuk ini menambahkan bahwa inti dari pemberantasan Korupsi adalah penegakan hukum dan konsistensi pemerintah. Tidak perlu penambahan lembaga yang mengurusi Pemeberantasan Korupsi karena sekarang ini sudah ada beberapa embaga yang diandalkan

“”Intinya pemberantasan Korupsi itu adalah Penegakan Hukum, tidak elok kalau misalnya KPK bersusah payah mengumpulkan data tetapi para korputor itu mendapat Grasi “

Selain membahas pemberantasan Korupsi dan akar permasalahannya, sosok yang setuju dengan demokrasi terpimpin ini juga memaparkan tentang tugas Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN), diantaranya : Melakukan penelaahan terhadap temuan hasil pemeriksaan BPK yang disampaikan kepada DPR, menyampaikan hasil penelaahan terhadap komisi dan menindaklanjuti hasil pembahasan komisi terhadap hasil temuan BPK. Selanjutnya dalam tugas lanjutannya, BAKN dapat meminta penjelasan dari BPK, pemerintah, pemerintah daerah dan lembaga Negara lainnya yang mengelola keuangan Negara.

Acara Diskusi tersebut dihadiri oleh para pemerhati korupsi di Indonesia, Wartawan, dan sejumlah mahasiswa itu berlangsung sekitar dua jam.

Selasa, 20 Juli 2010

Usus Tak Normal, BAB Lewat Mulut


Cobaan hidup harus dialami pasangan Hanafiah dan Rohani yang kini menetap di Desa Ulee Blang Mane, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe. Pasalnya, anak kedua mereka yang Senin (19/7) kemarin,baru berumur lima hari ini, tidak bisa buang air besar (BAB) secara normal. Tapi kotoran selalu keluar dari mulut seperti orang muntah.

Berdasarkan diagnosa medis di Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Mutia Buket Rata, hal ini terjadi akibat usus bayi laki-laki tersebut mengalami penyempitan, menyebabkan kotoran tidak bisa masuk ke saluran anus. “Sekarang ini bayi itu selalu buang air besar melalui muntah saja. Karenanya, harus secepatnya ada penanganan medis secara intensif dan untuk itu harus dirujuk ke Banda Aceh,” ujar seorang perawat di RSU Cut Mutia, kepada Serambi, Senin (19/7).

Menurut keterangan Rohani, anak keduanya lahir pada Rabu (14/7) dini hari melalui penanganan bidan. Tapi karena tidak bisa BAB, maka pada Jumat pagi bayi langsung dirujuk ke rumah sakit. Selama dirawat di rumah sakit, kata Rohani, anaknya selalu dimasukkan ke dalam tabung. “Kondisi bayi kami kurang normal, makanya kami diminta agar segera merujuk bayi ke Rumah Sakit Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, untuk menjalani operasi agar ususnya dapat bekerja secara normal,” ujarnya.

Memang diakuinya, mungkin untuk biaya berobat memang tidak dipungut biaya terutama dengan adanya program asuransi Jaminan Kesejahteraan Aceh (JKA), yang diberikan Pemerintah Aceh kepada keluarga miskin sejak Juni lalu. Suami-istri bayi malang itu mengaku sangat sulit untuk memenuhi biaya transportasi dan biaya lainnya yang tidak diduga nantinya. Karenanya, keluarga kurang mampu ini sangat mengharapkan perhatian dari para dermawan.(SA)

Sabtu, 17 Juli 2010

Serial Debat 4 Calon KPK


Jakarta(W1), Bertempat di Restoran Gado-Gado Cemara,jakarta(15/7),4 Calon Ketua KPK berdebat terkait dengan Visi-misinya bila terpilih menjadi Ketua KPK. Adapun 4 Calon Ketua KPK tersebut adalah,Bambang Widjojanto,Mochtar Pakpahan,Jhonson Panjaitan dan Henry Yosodiningrat.

Mendapat kesempatan pertama, Bambang menjelaskan Visi dan misinya apabila dirinya menjadi ketua KPK bahkan dengan serius bambang meneluarkan rumusnya dalam memberantas KPK yaitu C=M+D-A (Coruption = monopoli + deskresi - Akuntabilitas),menurutnya kejahatan korupsi di Indonesia sudah memasuki tahap ketika dimana korupsi sudah merupakan kejahatan terorganisir, untuk memeranginya perlu ada kebaikan yang terorganisir

"Kalau saya nanti terpilih menjadi ketua KPK dan melakukan hal yang benar tolong dukung saya, tetapi kalau saya melakukan kesalahan tolong luruskan saya "pungkasnya.

Senada dengan Bambang, Mochtar Pakpahan yang mendapat giliran kedua langsung menyoroti tentang keberanian Ketua KPK, mochtar mengatakan Korupsi merupakan bagian yang terpenting yang harus dibersihkan dan ketua KPK yang akan datang harus mempunyai keberanian alais tidak takut oleh siapapun.

"Jika Saya menjadi ketua KPK, maka Kasus Century akan saya buka kembali" kata mochtar dengan penuh optimis.

Giliran ketiga adalah Jhonson Panjaitan yang masih aktif menjadi penasehat Pilice Watch mengatakan bahwa tugas dari ketua KPK dan Jajaranya bukan hanya menghukum para Koruptor dan mengembalikan uang hasil korupsinya namun yang tidak kalah pentingnya adalah memberantas jaringannya

"Ada Persoalan Teknis yang harus dilakukan bukan hanya masalah makronya saja"
masih menurut Jhonson, sebagai ketua KPK yang paling penting adalah mempunyai Skill dan bukan hanya soal takut apa tidaknya

"Saya akan bertempur Face To Face dengan Koruptor, sekalipun harus "mengorbankan" anak-istri saya"

Mendapat giliran Terakhir, Henry Yosodingrat, mengungkapkan bahwa apabila dirinya menjadi ketua KPK, maka dia minta satu minggu untuk menangkap semua para koruptor terkait rekening Gendut Polri.

"Siapapun yang jadi ketua KPK, maka saya akan tagih penyelesaian kasus rekening Gendut"ungkapnya, terkait rekening Gendut perwira Polri.

Sementara itu dalam penilaian terkait pemikiran keempat calon ketua KPK itu, Permadi Mengungkapkan pemeberantasan korupsi di Indonesia tidak bisa dilakukan hanya dengan normatif ataupun Konstruktif.menurutnya keempat temannya yang mencalonkan ketua KPK itu tidak akan terpilih
"pemilihan ketua KPK sekarnag ini seperti permen Nano-nano" tegasnya.
namun demikian dirinya tidak melarang keempat temannya itu untuk mengikuti proses pemilihan ketua KPK.
Debat yang dimediatori oleh Indro Chayono tersebut berlangsung 3 jam,dengan suasana yang cukup aktraktif.

Senin, 05 Juli 2010

Peluncuran Buku Putih Tentang Banjir


Jakarta (W1), Bertempat di Balai Agung, Balai Kota Pemprov DKI Jakarta, Pemerintahan Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta), Siang Tadi meluncuran Sebuah Buku putih yang Bertemakan Banjir. Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur DKI, Fauzi Bowo beserta Wakilnya.

Dalam Sambutannya, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menegaskan bahwa masalah Banjir menjadi prioritas utama pemerintahannya. Selain itu, Foke meminta masyarakat ikut ambil bagian dalam menuntaskan masalah banjir ini.

Acara yang diawali dengan pemutaran Film Dokumenter itu, berlangsung sederhana. tampak dalam acara tersebut ketua Bapeda dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta

Jumat, 02 Juli 2010

HUT BHAYANGKARI KE - 64


Depok (W1), Hari bhayangkari ke-64 Tanggal I juli 2010, kemarin dengan tema membangun karakter melalui kepemimpinan yang unggul, kemitraan, profesionalisme dan etika prima dilaksanakan secara internal di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawabarat

Upacara yang berlangsung lancar itu, dipimpin langsung oleh Kapolri. Dalam amanatnya, kapolri meminta semua jajarannya untuk tetap solid ditengah keterbatasan polri. Selai itu, kapolri meminta maaf kepada masyarakat
"“Atas berbagai kelemahan dan kekurangan Polri sehingga tidak mampu memberikan pengabdian yang terbaik kepada masyarakat. Polri minta maaf,"

dalam kesempatan itu juga,Kapolri menyerukan partisipasi masyarakat sehingga tercipta kerjasama yang proaktif dengan mengedepankan tindakan preentif dan preventif dan hukum ditegakkan secara proporsional dan profesional, guna menjamin kepastian hukum, dan rasa keadilan serta menjadikan hukum sebagai panglima.

Setelah selesai upacara, Kapolri meresmikan mesjid Brimob dan menjenguk Susno Duaji yang di tahan di tempat itu

Lagi, Guru Honorer Unjukrasa


Jakarta (W1), Nasib Guru honorer yang sampai detik ini belum ada kejelasan,mengenai pengangkatan menjadi PNS, hal ini tentunya membuat Guru honor ,yang ada di beberapa daerah melaksanakan aksi jalanan . Selasa, (28/06 ratusan guru honorer dari Bekasi yang tergabung dalam Aksi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Sosial (NGO KAMMPUS) melakukan unjukrasa didepan kantor Kementerian Pendidikian Nasional (Mendiknas) di jalan sudirman, Jakarta.

NGO KAMMPUS yang mengadvokasi Komite Guru Bekasi (KGB), Forum Komunikasi Tata Usaha FKTU) dan Rumah Diskusi Guru (Rumdis) ini, menyatakan sikap bahwa saat ini ada lebih dari 3 juta guru di Indonesia yang memerlukan perhatian dan pembinaan, terprogram dan berkelanjutan.

Menyikapi permasalahan tersebut, para pendidik ini meminta reformasi birokrasi yang diwujudkan dengan rektrukturisasi dan implementasi harus segera dilaksanakan secepatnya

“ Kedatangan kami kesini meminta Penjelasan” ungkap imam menguatkan pernyataan sikap aksinya itu.

Dirinya menambahkan, ada beberapa teman seperjuangannya yang sudah membaktikan diri selama 25 tahun di dunia pendidikan tetapi belum juga diangkat menjadi PNS
“Coba bayangkan, kami dituntut untuk terus bekerja namun gaji yang diterima hanya 300 ribu rupiah” ungkapnya kepada wartawan terkait dengan gajinya yang sangat minim.

Sementara itu ketua NGO KAMMPUS, Abdul Rozak mengaku kecewa karena Menteri Pendidikan nasional, M. Nuh tidak dapat ditemuinya. Ia bersam 19 temannya hanya diterima oleh bagian kepegawaian Dinas Kependidikan.

“Saya sangat Kecewa sekali, karena maksud kami kesini adalah bertemu dengan menteri, tapi yang ada hanya ditemui oleh bawahannya “ keluh Rozak.

Masih menurut Rozak, dari hasil pertemuannya itu tidak ada satupun kepastian yang jelas yang diberikan oleh pihak Diknas

“Mereka hanya Janji, bawa pada bulan Agustus atau Juli akan ada pemberkasan yang akan diurus oleh Badan Kepeagawaian Daera (BKD) di wilayahnya masing-masing,tetapi itupun tidak menjamin”

Aksi Unjukrasa yang berlangsung tiga jam ini dijaga ketat oleh pihak kepolisian dari Polda Metro Jaya. Dalam orasi terakhirnya para pengunjukrasa akan kembali berunjukrasa dengan jumlah yang lebih besar jika pihak Kementerian pendidikan Nasional tidak memenuhi tuntutan mereka. (Jr)

Rabu, 19 Mei 2010

Pengetahuan Rakyat soal Pancasila Merosot


Yogyakarta - Dalam seminar nasional Nasionalieme dan Pembangunan Karakter Bangsa, ia mengatakan, kredibilitas Pancasila dan pendidikan kewarganegaraan terus merosot dan tidak populer. As'ad mengatakan, survei yang dilakukan Pusat Studi Pancasila menyebutkan semangat nasionalisme dan pengetahuan kewarganegaraan terutama di kalangan generasi muda terus menurun.

"Pelajaran pendidikan kewarganegaraan di sekolah-sekolah hanya sebagai pelengkap kurikulum yang tidak dipelajari serius oleh peserta didik. Para pendidik pun hanya mengejar pelajaran-pelajaran yang menentukan kelulusan," ujar As'ad.

Ia menuturkan, akibatnya sejak reformasi kredibilitas Pancasila makin merosot. Peranannya jatuh sebagai barang pusaka, hanya sekadar azimat politik.

"Ini karena asosiasi-asosiasi negatif terhadap Pancasila karena penerapannya pada masa lalu. Padahal sebagai dasar negara, Pancasila adalah barometer moral sebagai kerangka kewarganegaraan harus didasarkan," ujarnya.

Pancasila saat ini, lanjut As'ad, hanya dijabarkan dalam kebijakan, aturan, dan undang-undang, yang justru dalam pelaksanaannya malah menyimpang dari nilai dari Pancasila. "Seharusnya penjabaran Pancasila dilakukan secara akademik atau lebih implisit melihat lebih ke dalam nilai-nilai Pancasila," kata As'ad.