Jumat, 11 Desember 2009

Wahyu Prihantono : PDAM Bekasi Rugi Rp 48 Milyar Setiap Tahun

Bekasi – Entah salah atau benar, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bekasi melaporkan bahwa perusahaan tersebut mengalami kerugian hingga Rp 48 milyar per tahun yang diakibartkan oleh kebocorann distribusi air yang mencapai 36 persen lebih dari kapasitas air yang terproduksi sebesar 51 juta meter kubik.

Direktur Utama PDAM Bekasi Wahyu Prihantono, Jumat (11/12), menambahkan PDAM Bekasi akan terus menekan tingkat kebocoran ini hingga pada batas minimal yakni 20 persen, meski untuk mencapai presentase itu cukup sulit.
"Kalau ada yang bisa mencapai presentase ini berarti PDAM nya hebat," kata Wahyu.

Menurut Wahyu, kebocoran distribusi air PDAM tidak bisa terhindarkan. Bahkan, batas yang diperkenankan mencapai 20 persen. Hal ini karena adanya proses pengurasan air yang akan membuang air yang terproduksi. Meski demikian, kata Wahyu dalam kurun waktu setahun, tingkat kebocoran dapat ditekan sebesar 2 persen. "Hal itu jika dibandingkan tahun 2007 lalu, ya," ungkap Wahyu.

Selain karena upaya pengurasan, penyebab kebocoran distribusi juga disebabkan antara lain, meter air pelanggan rusak sehingga pencatatan tidak akurat, kerusakan pipa, pemasangan sambungan liar, dan pencurian. Bahkan ada pula upaya penertiban pelanggan yang belum berjalan optimal sehingga masih ada saja pelanggan yang menunggak tidak diputus sambungannya. "Ke depan memang harus lebih tegas lagi supaya tingkat kebocoran bisa semakin menurun," katanya.

Ditambahkan Wahyu, tahun 2010 nanti PDAM Bekasi merencanakan menggarap distribusi air bersih untuk wilayah Cikarang dan Babelan Kab. Bekasi. Sebab, wilayah Kabupaten Bekasi baru terlayani skeitar 13 persen. Padahal, idealnya harus 60 persen. Diperkirakan, projek ini membutuhkan biaya sekitar Rp 15 miliar yang diajukan PDAM kepada pemerintah. "Itupun ada sinyal jika pengajuan ini tidak akan dipenuhi semuanya. Mungkin hanya sekitar Rp 8 juta yang disetujui. Untuk menggarap Cikarang dan Babelan dengan dana sebesar itu, kami tidak yakin akan maksimal," tambahnya.

Meski demikian, PDAM Bekasi optimistis bahwa pihaknya mampu meningkatkan kontinuitas pelayanan mereka menjadi 24 jam mengalir untuk seluruh wilayah Bekasi. "Saat ini kebanyakan wilayah Kab. Bekasi masih belum bisa 24 jam mengalir. Namun, program kami ke depan hal ini akan ditingkatkan sehingga air benar-benar mengalir 24 jam di seluruh wilayah di Bekasi," ujar Wahyu. (w1)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan anda berkomentar dengan sopan