Jumat, 02 Juli 2010

Lagi, Guru Honorer Unjukrasa


Jakarta (W1), Nasib Guru honorer yang sampai detik ini belum ada kejelasan,mengenai pengangkatan menjadi PNS, hal ini tentunya membuat Guru honor ,yang ada di beberapa daerah melaksanakan aksi jalanan . Selasa, (28/06 ratusan guru honorer dari Bekasi yang tergabung dalam Aksi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Sosial (NGO KAMMPUS) melakukan unjukrasa didepan kantor Kementerian Pendidikian Nasional (Mendiknas) di jalan sudirman, Jakarta.

NGO KAMMPUS yang mengadvokasi Komite Guru Bekasi (KGB), Forum Komunikasi Tata Usaha FKTU) dan Rumah Diskusi Guru (Rumdis) ini, menyatakan sikap bahwa saat ini ada lebih dari 3 juta guru di Indonesia yang memerlukan perhatian dan pembinaan, terprogram dan berkelanjutan.

Menyikapi permasalahan tersebut, para pendidik ini meminta reformasi birokrasi yang diwujudkan dengan rektrukturisasi dan implementasi harus segera dilaksanakan secepatnya

“ Kedatangan kami kesini meminta Penjelasan” ungkap imam menguatkan pernyataan sikap aksinya itu.

Dirinya menambahkan, ada beberapa teman seperjuangannya yang sudah membaktikan diri selama 25 tahun di dunia pendidikan tetapi belum juga diangkat menjadi PNS
“Coba bayangkan, kami dituntut untuk terus bekerja namun gaji yang diterima hanya 300 ribu rupiah” ungkapnya kepada wartawan terkait dengan gajinya yang sangat minim.

Sementara itu ketua NGO KAMMPUS, Abdul Rozak mengaku kecewa karena Menteri Pendidikan nasional, M. Nuh tidak dapat ditemuinya. Ia bersam 19 temannya hanya diterima oleh bagian kepegawaian Dinas Kependidikan.

“Saya sangat Kecewa sekali, karena maksud kami kesini adalah bertemu dengan menteri, tapi yang ada hanya ditemui oleh bawahannya “ keluh Rozak.

Masih menurut Rozak, dari hasil pertemuannya itu tidak ada satupun kepastian yang jelas yang diberikan oleh pihak Diknas

“Mereka hanya Janji, bawa pada bulan Agustus atau Juli akan ada pemberkasan yang akan diurus oleh Badan Kepeagawaian Daera (BKD) di wilayahnya masing-masing,tetapi itupun tidak menjamin”

Aksi Unjukrasa yang berlangsung tiga jam ini dijaga ketat oleh pihak kepolisian dari Polda Metro Jaya. Dalam orasi terakhirnya para pengunjukrasa akan kembali berunjukrasa dengan jumlah yang lebih besar jika pihak Kementerian pendidikan Nasional tidak memenuhi tuntutan mereka. (Jr)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan anda berkomentar dengan sopan