Sabtu, 30 Januari 2010

Dua Korea Baku Tembak


Aksi baku tembak terjadi di dekat perbatasan laut yang disengketakan Korea Utara dengan Korea Selatan, demikian laporan kantor berita Yonhap.

Dalam laporan itu disebutkan Korut menembak terlebih dahulu ke wilayah laut yang tengah dijaga oleh otoritas Pulau Baengnyeong, Korea Selatan.

Seorang juru bicara presiden di Seoul mengatakan pihaknya ''terpaksa membalas tembakan tersebut ''.

Namun tidak ada korban atau kerugian yang terjadi dalam baku tembak tersebut.

Pejabat yang tidak disebutkan namanya mengatakan Korea Utara melepaskan tembakan di kawasan utara perbatasan laut, sedangkan pasukan Seoul membalas tembakan dari udara, demikian laporan kantor berita AFP.

Pada hari Selasa, Korea Utara secara sepihak telah mengumumkan kalau wilayah laut itu masuk dalam kategori bukan kawasan bebas pelayaran.

Perbatasan laut barat selama ini memang diketahui sebagai sumber tetap ketegangan militer antara dua Korea.

Hubungan memburuk

Dalam dekade terakhir bahkan terjadi tiga kali baku tembak yang mematikan antara kedua Korea di kawasan tersebut.

Dalam insiden sebelumnya pada November lalu, baku tembak antara angkatan laut kedua negara menyebabkan satu orang tentara Korut tewas dan tiga lainnya terluka.

Korea Selatan selama ini berpegang pada garis batas utara yang ditetapkan oleh AS atas perintah PBB saat perang Korea 1950-53 berakhir. Korea Utara menolak ketentuan batas tersebut.

Selain masalah perbatasan kedua Korea juga bertikai dalam urusan bisnis.

Pembicaraan terkini mengenai kawasan industri Kaesong yang dikelola bersama juga dihentikan tanpa ada kesepakatan antara kedua belah pihak pada 21 Januari.
Kaesong

Pembicaraan kawasan industri Kaesong juga tanpa kemajuan

Meski ketegangan meningkat, tapi Korea Utara masih mau menerima sedikit bantuan dari Korea Selatan.

Uji coba membuka dialog diupayakan di tengah ketegangan terbaru yang dipicu oleh pernyataan seorang analis Korsel yang menyebut kemungkinan terjadi kudeta militer atau peningkatan aksi massa ketika pemimpin Korut, Kim Jong-il, meninggal.

AS, Cina, Rusia, Jepang dan Korea Selatan terus-menerus meminta Korea Utara kembali ke pembicaraan internasional guna menghentikan program nuklirnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan anda berkomentar dengan sopan