
Jakarta (W1) - Untuk mengenang terjadinya peristiwa 5 Mei di kampus Mercubuana 12 tahun silam, sejumlah aktivis universitas Mercubuana mengadakan aksi solidaritas di depan kampusnya di Jalan raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat. Menurut sejumlah mahasiswa yang melakukan aksi tersebut, kejadian 5 Mei itu menjadi sebuah fakta tentang kekerasan aparat dalam menyikapi para mahasiswa. Tidak itu saja, menurut Mereka akibat kekerasan yang dilakukan Aparat tersebut, banyak Mahasiswa yang terluka.selain itu, Peringatan tragedi 5 Mei yang mengenang penyerbuan kampus Mercu oleh tentara dan polisi di bawah Orde Baru untuk membubarkan mimbar demokrasi mahasiswa menyebabkan fasilitas gedung banyak yang hancur.
Dalam orasinya, Koordinator Aksi, Andre, mengingatkan bahwa perjuangan dalam melawan ketidakadilan harus terus dilanjutkan, apapun resikonya. Masih Menurutnya, pemerintahan SBY sekarang tidak mampu membawa masyarakat ke arah yang lebih sejahtera.
AKSI MENUTUP JALAN
Setelah melakukan Orasi di dalam kampus, mahasiswa sekitar seratusan orang itu langsung menutup Jalan Meruya selatan, mereka mengingatkan masyarakat untuk tetap mengawal kasus Century yang dianggapnya akan dipeti-eskan oleh kelompok - kelompok tertentu. Sambil berorasi sebagian mahasiswa melakukan pembakaran Fhoto Boediono , Srimulyani dan Ban di tengah jalan, akibatnya jalan tersebut macet Total.
Para Aktivis Mahasiswa membubarkan diri dengan tertib setelah lebih dari satu jam menutup jalan sambil berorasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan anda berkomentar dengan sopan