Jakarta - Sehari setelah pelantikan presiden dan wakilnya, unjukrasa kembali terjadi. Kali ini, Gerakan Oposisi Rakyat melakukan orasinya di depan Istana Presiden. Dengan Jumlah ratusan orang yang terdiri dari, ibu-ibu, anak-anak, korban penggusuran, masyarakat miskin kota dll mereka datang dengan bus metro mini, angkot dan kendaraan roda dua.
Dalam orasinya, gerakan Oposisi Rakyat yang merupakan Gabungan dari LSM dan Mahasiswa itu memprotes pemilihan kabinet sebagai balas budi dan bukan lagi mengutamakan kepentingan Rakyat Indonesia. gerakan tersebut menyayangkan sikap SBY yang terkesan merekrut bekas lawan-lawannya ke dalam pemerintahan padahal sudah cukup baginya untuk mengurus pemerintahan dengan perolehan suara dan dukungan dari masyarakat.
Para pengunjuk rasa menganggap kalau demikian yang terjadi di iklim demokrasi Indonesia selama 5 tahun ke depan masyarakat tidak akan mendengar suara-suara kritis dari parlemen, sementar itu, jumlah angka kemiskinan masih tinggi, jumlah pengganggura masih banyak, kesejahteraan buruh, petani, nelayan dan masyarakat miskin kota masih rendah upahnya.
selama unjukrasa berlangsung, mereka melakukan hiburan musik dan orasi politik dengan penjagaan ketat dari kepolisian. setelah selesai orasi, mereka mendekalarasikan Gerakan Oposisi Rakyat setelah itu, perwakilan mereka memberikan, Padi, Kelapa, jagung dan Ikan kepada Presiden lewat pejabat dalam istana Presiden di Ring satu. (matawartawan)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan anda berkomentar dengan sopan