Senin, 26 Oktober 2009

Pantai Kuala Raja Ditutup

Serambinews-BIREUEN, Pantai Kuala Raja, Kecamatan Kuala, Bireuen, yang makin padat dikunjungi masyarakat untuk berekreasi dalam beberapa bulan terakhir, sejak Minggu (25/10), ditutup untuk umum. Menurut warga setempat, pantai itu ditutup sampai dikeluarkannya qanun tentang pariwisata. Informasi lain menyebutkan, pantai itu ditutup karena banyak pengunjung yang berekreasi mengenakan pakaian ketat serta melanggar norma-norma agama.

“Kami sengaja menutup pantai ini, karena dalam beberapa pekan terakhir, kami lihat pengunjung yang datang berekreasi kurang mengindahkan syariat Islam dan adat istiadat desa kami. Sehingga dalam rapat kami dengan bersama muspika setempat dua hari lalu, sepakat untuk menutup pantai ini,” kata warga setempat yang ditemui Serambi, kemarin.

Keuchik Desa Kuala Raja, Ismail Kasyah, yang dikonfirmasi Serambi secara terpisah, kemarin, membenarkan untuk sementara pantai itu ditutup untuk umum. “Menurut hasil rapat yang diikuti empat desa dalam kawasan itu dengan Muspika Kuala, pantai ini kami tutup hingga dikeluarkannya qanun tentang pariwisata oleh pemerintah,” kata Ismail.

Namun, lanjutnya, sejak pantai itu ditutup, ia mendapat protes dari pedagang dan petugas parkir yang selama ini menggantungkan hidupnya dari usaha tersebut. Kareba pedagang telah menghabiskan banyak modal untuk membuka usahanya. “Mereka mempertanyakan pada saya mengapa pantai itu ditutup. Padahal menurut pedagang, selama ini mereka melarang jika melihat ada remaja yang berlainan jenis duduk berduaan di pantai itu,” kata Ismail meniru ucapan pedagang yang memprotes penutupan pantai wisata itu.

Sebelum pantai itu ditutup, tambah Keuchik, setiap hari Minggu, secara bergiliran pihaknya selalu menempatkan empat warganya untuk mengutip dana dari pengunjung seikhlasnya. “Kemudian dana itu digunakan untuk kas desa dan sebagian dibayar untuk warga setempat yang ditugaskan sebagai penjaga pantai yang bertugas menjaga terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti maksiat dan sebagainya,” demikian Ismail Kasyah.(c38)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan anda berkomentar dengan sopan