
Para pemimpin APEC mengatakan tidak mungkin mencapai kesepakatan perubahan iklim sebelum konperensi di Kopenhagen.
Setelah menghadiri KTT APEC dua hari di Singapura, para pemimpin dunia ini bertekad untuk beupaya menciptakan "hasil yang ambisius" di konperensi perubahan iklim PBB Kopenhagen.
Namun kelompok negara ini membatalkan target untuk mengurangi emisi gas rumah kaca hingga setengah pada tahun 2050, yang sebelumnya tertera dalam rancangan awal.
Para pemimpin juga bertekad untuk membuat strategi baru dalam menciptakan pertumbuhan setelah terjadi krisis ekonomi dunia terburuk dalam beberapa dekade.
Mereka juga memutuskan untuk menyelesaikan putaran perundingan perdagaangan global Doha pada tahun 2010.
Dalam deklarasi bersama yang dikeluarkan di akhir KTT dua hari ini, mereka menyebut: "Kami dengan tegas menolak segala bentuk proteksionisme dan menegaskan kembali komitmen untuk tetap membuka pasar dan membatasi diri untuk tidak menaikkan penghalang baru di bidang investasi atau perdagangan barang dan jasa."
Mereka juga sepakat untuk mempertahankan perangsang pengeluaran hingga tercipta perbaikan ekonomi.
Namun para pemimpin APEC ini gagal menyepakati target pengurangan gas ruma kaca.
'Titik awal'
Para pejabat mengatakan para pemimpin yang hadir - seperti presiden Barack Obama dan presiden Cina Hu Jintao - kini memandang pertemuan perubahan iklim PBB di Kopenhagen sebagai "titik awal" bukan tempat terakhir, dalam mencapai kesepakatan global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
"Kami... menegaskan kembali komitmen untuk mengatasi ancaman perubahan iklim dan bekerja untuk mencapai hasil yang ambisius di Kopenhagen," ujar deklarasi bersama pemimpin APEC.
"Aksi global untuk mengurangi gas rumah kaca harus iikuti oleh serangkaian langkah, antara lain bantuan dana dan transfer teknologi bagi negara-negara berkembang agar bisa beradaptasi dengan dampak perubahan iklim," lanjut deklarasi tersebut.
Seorang pejabat Cina yang terlibat dalam pembicaraan iklim dunia mengatakan target pengurangan sebesar 50% adalah "masalah yang kontroversial bagi komunitas dunia" yang bisa "mengganggu proses perundingan".
Wakil Penasehat Keamanan Nasional Amerika Serikat Mike Froman mengatakan para pemimpin APEC berkesimpulan bahwa "sangat tidak realistis untuk mengharapkan kesepakatan internasional yang mengikat penuh untuk dirundingkan dalam waktu singkat, sekarang dan awal konperensi Kopenhagen yang dimulai 22 hari lai".
Wartawan BBC mengatakan ini adalah bukti yang disayangkan bahwa perbedaan antara negara maju dan berkembang, antara negara kaya dan miskin, serta antara Timur dan Barat, seringkali sulit dijembatani.
Sementara itu Presiden Obama bertemu dengan rekannya dari Rusia sementara waktu untuk mencapai kesepakatan pengurangan senjata antara kedua negara adidaya itu semakin sempit.
Kesepakatan itu akan mengganti Traktak Pengurangan Senjata Strategis, Start I, yang akan habis masa berlakunya tanggal 5 Desember.
Setelah pertemuan itu Presiden Rusia Dmitry Medvedev berharap bahwa "seperti yang telah disepakati sebelumnya...kami bisa menyelesaikan traktat ini pada bulan Desember".
Kedua pemimpin ini juga mengatakan tidak senang dengan kecepatan perundingan soal program nuklir Iran.
"Kita sudah kehabisan waktu dengan pendekatan itu," ujar Obama. (bbc)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan anda berkomentar dengan sopan