
Irak - Perdana Menteri Irak, Nouri Maliki dalam pertemuan dengan Oscar Fernandez-Taranco's, utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menegaskan peran lembaga ini terhadap urusan internal Irak. Maliki meminta PBB melarang pihak asing mengintervensi urusan dalam negeri Irak. Maliki mengatakan, "Kini tiba saatnya PBB berperan untuk mewujudkan stabilitas di Irak."
Pasca ledakan berdarah di kota Baghdad, kini pandangan para politisi Irak tertuju kepada PBB. Sebagai lembaga internasional terpenting dan sumber bantuan bagi berbagai negara untuk mewujudkan stabilitas dan keamanan, PBB tidak berperan signifikan di Irak selama enam tahun lalu. Meski kantor PBB sudah dibuka sekitar tiga tahun, namun relitasnya, PBB dalam beberapa tahun terakhir hanya memainkan peran sekunder di negara ini.
Sejak bulan Agustus hingga kini, Irak didera dua aksi teroris berdarah. Aksi teroris Ahad lalu (25/10) merupakan salah satu insiden terbesar dan paling berdarah sejak awal tahun 2009 di Irak. Namun dunia menyaksikan sikap PBB yang pasif dan hanya cukup dengan pernyataan khawatir. Para pejabat Irak berharap, PBB sebagai lembaga internasional pengaduan dan permohonan berbagai negara harus melakukan kewajibannya guna mewujudkan perdamaian dan stabilitas di negara ini.
Pemerintah Baghdad berkeyakinan bahwa sejumlah pihak asing berupaya menyeret Irak ke arah perang saudara, instabilitas dan chaos dengan mengintervensi urusan internal negara ini.
Berbagai fakta menunjukkan bahwa insiden terbaru di Baghdad terutama ledakan di zona hijau di depan kantor Departemen Kehakiman serta Walikota Baghdad melibatkan anasir asing terutama sejumlah negara Arab di kawasan dan AS. Meski para pejabat Irak berulang kali mendesak para pemimpin di Timur Tengah agar tidak mencampuri urusan dalam negeri negara ini, namun mereka yang seirama dengan Washington tetap menekankan keinginanya yang tidak logis guna mengganjal proses politik di negeri Kisah Seribu Satu Malam ini.
Saat ini Irak menghadapi kondisi kritis dan satu-satunya harapan pemerintah Baghdad adalah PBB. Perdana Menteri Irak mendesak PBB membentuk komisi pencari fakta untuk menyelidiki sebab dan dalang di balik ledakan terbaru di Baghdad dan membantu mewujudkan keamanan di negara ini melebihi sebelumnya. (irib)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan anda berkomentar dengan sopan