Minggu, 08 November 2009

G20 dukung pemulihan ekonomi


Negara-negara industri utama dan negara-negara berkembang yang tergabung dalam kelompok G20 sepakat untuk terus mendukung pemulihan ekonomi global.

Dalam satu pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan para menteri keuangan di Skotlandia, G20 mengatakan meski kondisi telah membaik pemulihan ekonomi belum merata.Selain itu pengangguran yang tinggi juga menjadi kekhawatiran utama.


G20 mengatakan prioritas ke depan adalah mendorong pertumbuhan yang seimbang.Dalam pertemuan ini Perdana Menteri Inggris Gordon Brown mengusulkan pajak transaksi keuangan untuk membantu melindungi dunia dari krisis perbankan di masa depan.

Pajak transaksi keuangan

Brown mengatakan adalah sesuatu yang tidabisa diterima jika semua orang harus menanggung biaya untuk mengatasi krisis sementara keuntungan perbankan hanya dinikmati oleh sedikit orang. Pemimpin Inggris ini mengatakan Inggris tidak akan bertindak sendirian dan pajak baru perbankan harus disetujui secara global.

Gagasan ini didukung penuh oleh para aktivis yang menyebutnya sebagai cara untuk membantu negara-negara berkembang yang terimbas krisis.

Namun Menteri Keuangan Kanada Jim Flaherty tidak begitu bersemangat mendukung usul ini.

"Kami bukan satu pemerintah yang menaikkan pajak. Kami adalah pemerintah yang menurunkan aneka macam pajak selama empat tahun ini," kata Flaherty.

Sementara itu Prancis sementara itu mendukung usul perdana menteri Inggris.

Dana Moneter Internasional (IMF) akan mengkaji beberapa kemungkinan yang pada akhirnya akan memastikan bahwa pihak perbankan yang harus mengeluarkan dana guna menyelesaikan krisis.

Dana penyelesaian krisis tidak boleh diambil dari hasil pungutan pajak rakyat seperti yang sekarang terjadi.

IMF akan melaporkan hasil kajian mereka pada pertemuan G20 tahun depan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan anda berkomentar dengan sopan