Minggu, 01 November 2009

Korek parit bukan atasi banjir

MEDAN - Kebijakan Pj walikota Medan Rahudman dengan memerintahkan Dinas Bina Marga untuk melakukan penggorekkan parit tampaknya menjadi boomerang pada dirinya sendiri.

Pasalnya meskipun Dinas Bina Marga telah banyak melakukan penggalian parit di sebagai solusi banjir yang sering melanda kota Medan , tetap saja beberapa kawasan di kota Medan masih banyak ditemukan kawasan yang tergenang banjir.

“Masih ada beberapa titik lokasi di Medan yang masih banjir kendati sudah dilakukan penggalian oleh Dinas Bina Marga. Di daerah Medan Area misalnya, air masuk ke rumah warga setelah ada penggalian,” ungkap anggota komisi D DPRD Kota Medan Ahmad Arif kepada Waspada Online tadi pagi.

Ahmad Arif juga menilai, pekerjaan Dinas Bina Marga dalam mengatasi permasalahan banjir yang sering melanda kota Medan belum sepenuhnya maksimal, karena di beberapa titik kawasan dikota Medan masih digenangi banjir.

Tidak hanya itu, ia juga meminta Dinas Bina marga segera mengangkut lumpur yang sudah digali dan masih ditinggalkan begitu saja. Karena apabila tidak segera diangkat, dikhawatirkan lumpur-lumpur tersebut akan kembali masuk kedalam parit dan mengotori jalan ketika hujan mengguyur kota Medan.

Hal yang sama juga disampaikan anggota DPRD Kota Medan lainnya Remon Simatupang. Menurutnya penggalian parit adalah upaya yang sangat bagus. “Namun belum cukup hanya penggalian parit lantas masalah banjir teratasi," ungkapnya.

Remon menambahkan, Dinas Bina Marga harus dapat memastikan air dapat mengalir ke laut. Selain itu, masalah perbaikan drainase diharapkan dapat sejalan dengan pengaspalan jalan.

“Jika tidak, aspal akan cepat rusak dan parit pun menjadi tidak mengalir dengan lancar," tutup Remon.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan anda berkomentar dengan sopan