Selasa, 03 November 2009

SBY Kecewa minusnya Berita National Summit


JAKARTA - Berita tentang kriminalisasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menenggelamkan informasi tentang National Summit 2009 pada awal pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Minimnya pemberitaan tentang even yang digelar Kadin Indonesia itu membuat SBY kecewa.

Kekecewaan tersebut disampaikan ketika presiden menerima hasil dan rekomendasi National Summit dari Ketua Panitia Pelaksana Hatta Rajasa. ''Meski pemberitaan National Summit tertutup berita yang lain, seputar penahanan dua pimpinan nonaktif KPK, saya, Wapres, dan pemerintah terus mengelola permasalahan itu dengan tepat,'' ujar SBY sebelum rapat kabinet di Kantor Presiden kemarin (2/11).

Presiden menilai temu nasional selama dua hari tersebut sangat penting. Sebab, ada rekomendasi yang sangat penting bagi perencanaan pembangunan. ''Meskipun beritanya kalah dengan yang lain, hasilnya berharga untuk pengayaan program 100 hari maupun program kerja lima tahun mendatang. Mudah-mudahan semua program dapat dilaksanakan lebih baik,'' kata SBY.

Presiden menambahkan, hasil National Summit akan dibahas lebih mendalam dalam sidang kabinet paripurna Kamis lusa (5/11). ''Sekali lagi, program kerja 100 hari dan lima tahun sudah memenuhi aspek sektoral, sebagaimana kemarin yang hadir adalah gubernur, wali kota, peneliti, dan teman dari dunia pendidikan telah berkontribusi,'' papar SBY.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menuturkan, laporan National Summit berisi program 100 hari kerja pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II dan program kerja 2009-2014. Rekomendasi bidang perekonomian yang dihasilkan, antara lain, peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) tentang pengadaan tanah serta aturan kerja sama pemerintah dan swasta.

Juga rekomendasi revitalisasi bidang industri dan jasa, seperti kinerja PT PLN dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk. ''Semua sektor akan dilaporkan, seperti energi, pariwisata, pertahanan keamanan, ketenagakerjaan, UKMK, transportasi, pangan, hingga bidang pendidikan,'' beber Hatta. (noe/dwi)

1 komentar:

  1. begitu dong, laporan saja semuanya...biar bapak presiden yang terhormat itu tahu kondisi rakyat itu sepertia apa. jangan juga yang ngelaporinnya pintar bohong dilapangannya begini dilaporinnya begitu

    BalasHapus

Silahkan anda berkomentar dengan sopan