Sabtu, 14 November 2009

Hutan Bakau Sungai Manggar Terancam


Bangka - HUTAN bakau (mangrove) sangat mudah ditemui di sejumlah kawasan pesisir pantai dan sungai di pulau Belitung. Mangrove sangat berguna melindungi pantai dan sungai dari abrasi atau pengikisan daratan pantai oleh air laut.

Namun belakangan, hutan bakau mulai banyak dilirik sejumlah nelayan. Dahan dan ranting pohon bakau mulai sering ditebang sebagai rompong, sejenis alat tangkap menyerupai rumpon (sebagai tempat persembunyian ikan. Dahan dan ranting bakau ini diangkut ke laut menggunakan kapal motor nelayan dan dimasukkan ke dasar air
laut setelah diikat dengan batu sebagai pemberat.

Salah satu kawasan hutan bakau yang mulai banyak diambil dahan dan rantnignya tersebut, adalah daerah aliran sungai (DAS) Manggar dan sekitarnya. Belakangan kawasan hutan bakau di kawasan itu pun mulai menjadi gundul.

Salah seorang nelayan setempat mengungkapkan dahan dan ranting bakau di sekitar Sungai Manggar banyak dimanfaatkan sejumlah nelayan untuk dijadikan rompong. Ia beralasan hutan bakau di pinggir Sungai Manggar mudah dijangkau. Nelayan tidak harus ke darat untuk mencari dahan atau ranting.

"Sekitar satu jam lah masuk ke dalam Sungai Manggar. Di situ memang bagus-bagus bakaunya. Biasanya untuk buat rompong ini pakai daun kelapa, tapi itu hanya untuk ikan kecil-kecil, kalau ikan-ikan besar seperti kerapu, kakap biasanya pakai daun bakau inilah. Tidak harus dari daun bakau untuk buat rompong ini. Daun dari pohon lain juga bisa sebetulnya, tapi harus ke darat lagi mencari pohon yang
bisa diambil daunnya. Kalau bakau agak mudah dapatnya. Di sekitar
sungai banyak, tinggal pakai kapal motor ke sananya," ungkapnya ditemui Grup Bangka Pos di sekitar Pelabuhan Perikanan Manggar Kamis (5/11).

Ia mengatakan daun bakau terpaksa digunakan nelayan sebagai rompong untuk tempat persembunyian ikan mengingat karang di laut sudah banyak yang rusak. Ikan enggan mendekati karang yang sudah rusak.

Untuk menyiasati itu, nelayan mengakalinya dengan membuat rompong sebagai tempat persembunyian ikan. Bila tidak ada rompong, nelayan harus melaut jauh ke tengah untuk mencari ikan. Sementara bila memasang rompong, nelayan cukup
mendatangi rompong tersebut untuk memancing ikan.

"Rompong yang dipasang di tengah laut sudah ditandai koordinatnya pakai GPS atau dikasih tanda pelampung di atasnya. Kalau sudah ada rompong, biasanya nelayan pancing tidak jauh lagi melaut, paling di sekitar rompong," ujarnya.

Menindaklanjuti penebangan kayu bakau ini, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Beltim menyatakan telah memberikan sosialisasi kepada sejumlah nelayan agar tidak lagi menebang dahan dan ranting pohon bakau di sekitar DAS Sungai Manggar maupun pulauªpulau kecil lainnya.

"Sebetulnya sudah pernah kita bicarakan ini dengan para nelayan agar mereka tidak lagi menebang dahan atau ranting pohon bakau yang ada di sekitar Sungai Manggar. Karena dikhawatirkan akan merusak lingkungan sekitar, apalagi keberadan bakau ini sangat penting. (bev)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan anda berkomentar dengan sopan